Indeks Terpopuler News Lifestyle

Lakukan Politik Prostitusi, Jokowi Disamakan dengan Hana Hanifah

Pebriansyah Ariefana Selasa, 04 Agustus 2020 | 08:35 WIB

Lakukan Politik Prostitusi, Jokowi Disamakan dengan Hana Hanifah
Rocky Gerung. (Suara.com/Novian)

Muluskan jalan Gibran.

SuaraBali.id - Pengamat Politik Rocky Gerung membandingkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan artis Hana Hanifah yang tersandung kasus prostitusi online. Menurut Rocky,  keduanya dianggap sama-sama melakukan prostitusi. 

Rocky menilai kalau Hana Hanifah diketahui publik telah melakukan prostitusi online yang menyangkut moral pribadinya. Sedangkan Jokowi telah melakukan prostitusi politik yang melibatkan moral publik. 

"Lebih buruk political prostitution yang dipamerkan di ruang publik bahkan dari istana daripada prostitusi online Hana Hanifah di kamar tertutup yang digerebek itu. Itu urusan moral Hana pribadi. Ini di Istana itu urusan moral publik," kata Rocky dalam diskusi bertajuk "Indonesia Leaders Talk" yang disiarkan langsung melalui akun YouTube Mardani Ali Sera, Senin (3/8/2020). 

Maksud prostitusi politik yang disinggung Rocky tersebut perihal keterlibatan putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang maju sebagai bakal Calon Wali Kota Solo didampingi bakal Calon Wakil Wali Kota Teguh Prakosa. 

Padahal sebelumnya, ada nama Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo yang direkomendasikan DPC PDIP Solo sebagai bakal calon wali kota Solo. Namun, ia memilih mundur dari keinginannya tersebut bahkan sempat dipanggil Jokowi ke istana. 

"Presiden justru melakukan kejahatan politik yang saya sebut sebagai political prostitution dengan memanggil Purnomo ke Istana," ujarnya. 

"Lalu orang bisa mikir itu ya itu ada urusan lain, urusan apa? Kalau calon wali kota Solo dipanggil ke Istana cuman ada kemungkinannya atau disuruh maju atau disuruh berhenti, yang manggil presiden," katanya. 

Bahkan Rocky menyebut pihak Istana pun menyampaikan kebohongan terkait undangan untuk Achmad Purnomo. 

"Jadi semua keterangan Istana itu menjadi hoaks, omong kosong kalau logisnya kita bersihkan, dipanggil ke Istana hanya untuk dua (faktor) itu," pungkasnya. 

Baca Juga

Berita Terkait