Andi Ahmad S
Kamis, 19 Maret 2026 | 17:38 WIB
Ilustrasi baju lebaran. (Dok. Elzatta)
Baca 10 detik
  • Fenomena masyarakat Indonesia menyerbu toko pakaian menjelang Idul Fitri merupakan tradisi yang berulang setiap tahun untuk menyambut hari kemenangan.
  • Ajaran Islam menganjurkan mengenakan pakaian terbaik saat Hari Raya, namun penekanan utamanya adalah pada kebersihan, bukan keharusan pakaian baru.
  • Membeli pakaian baru untuk Lebaran hukumnya mubah atau diperbolehkan dalam Islam, namun tidak diwajibkan dan harus sesuai kemampuan finansial.

Demikian pula Buya Yahya menjelaskan bahwa membeli pakaian baru saat Hari Raya Idul Fitri hukumnya tidak wajib. Hal ini lebih kepada tradisi atau kebiasaan yang dilakukan oleh Masyarakat.

Islam mengajarkan keseimbangan dan menghindari sikap berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam berpakaian. Membeli baju baru untuk lebaran boleh dilakukan, namun tidak boleh sampai memaksakan diri hingga berutang atau mengorbankan kebutuhan lainnya.

Jika seseorang tidak memiliki uang untuk membeli pakaian baru, tidak perlu memaksakan diri. Selama memiliki pakaian yang bagus dan layak, itu sudah cukup untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri.

Esensi Idul Fitri terletak pada kesucian hati, rasa Syukur dan kemenangan spiritual setelah menjalankan ibadah puasa.

Mengenakan pakaian terbaik saat Hari Raya Idul Fitri adalah simbol dari kebersihan dan kesucian diri.

Namun, penting untuk memahami bahwa pakaian terbaik tidak selalu pakaian baru. Selama pakaian tersebut bersih, rapi, dan layak itu sudah memenuhi anjuran.

Membeli pakaian baru menjadi pilihan pribadi yang boleh dilakukan selama tidak bertentangan dengan prinsip – prinsip Islam.

Kontributor : Kanita

Baca Juga: Kunci Jawaban Ilmu Pengetahuan Alam Kelas X Halaman 134: Hukum Proust

Load More