- Refly Harun kritik dukungan dini "Pecinta Prabowo" untuk 2 periode tanpa Gibran, kinerja belum jelas
- Nama pemimpin seperti Prabowo milik semua rakyat, tak layak jadi label kelompok tertentu.
- Pemimpin harus diawasi rakyat berdasarkan kinerja, bukan hanya dicintai; kedaulatan di tangan rakyat.
SuaraBali.id - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun buka suara soal isu para pecinta Presiden Prabowo Subianto yang menolak Gibran Rakabuming Raka sebagai wakilnya untuk 2 periode.
Adanya kelompok masyarakat yang mengatasnamakan sebagai ‘Pecinta Prabowo’ menurut Refly kurang tepat.
“Ini ada berita tentang Gerakan Cinta Prabowo yang mengatakan bahwa mereka akan mendukung Prabowo 2 periode, tapi wakilnya nggak,” ujar Refly, dikutip dari youtubenya, Senin (29/9/25)
“Waduh, ya inilah ya negara kita,” sambungnya.
Terlebih soal adanya isu Prabowo 2 periode, menurut Refly sangat kurang tepat.
Pasalnya umur Jabatan Prabowo menjadi seorang presiden masih terhitung jari, bahkan belum menginjak 1 tahun.
Refly sontak menyebut bahwa Prabowo sempat mengatakan tidak akan mencalonkan lagi apabila dirinya merasa tidak berhasil menjadi seorang presiden.
Begitu sebaliknya, apabila Prabowo merasa bahwa dirinya berhasil menjadi presiden, maka akan mencalonkan lagi untuk periode berikutnya.
“Padahal Prabowo sendiri mengatakan dia akan mencalonkan (lagi) kalau dia anggap berhasil. Kalau dia anggap tidak berhasil, ya dia tidak akan mencalonkan diri lagi, nantilah tahun ketiga katanya baru dia akan tentukan,” urainya.
Baca Juga: Tulis Dua Buku Soal Jokowi Undercover, Bambang Tri Sebut Demi Prabowo
Refly menyebut bahwa kelompok Masyarakat yang memberi label nama Prabowo terkesan menjadi orang – orang yang mengklaim mencintai Prabowo sementara lainnya tidak.
Padahal, menurut Refly Prabowo adalah sosok pemimpin yang bukan hanya dicintai melainkan harus diawasi, apakah bekerja dengan baik atau tidak, mengingat kedaulatan ada ditangan rakyat.
“Orang – orang yang mendukung seperti ini membuat Prabowo menjadi seperti pendahulunya, menjadi kecil,” ujarnya.
“Kalau mereka mengatakan gerakan cinta Prabowo, berarti mereka ingin mengklaim dialah tokoh yang paling cinta dengan Presiden Prabowo, yang lainnya tidak. Padahal Prabowo adalah pemimpin, leader itu bukan dicintai, leader itu harus diawasi. Karena kedaulatan ada ditangan rakyat, dan dilaksanakan menurut UUD, apakah dia bekerja baik untuk mensejahteraan rakyat, agar kita hidup dalam kedamaian,” sambungnya.
Refly menerangkan bahwa dari sisi bernegara masyarakat harus paham bagaimana cara bernegara yang baik.
Sebelum akhirnya menentukan pilihan untuk mendukung 2 periode, sebagai warga negara menurut Refly harus paham betul dengan prestasi orang yang didukungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Menuju 131 Tahun, BRI Teguhkan Peran Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat
-
El Nino Menggila hingga 2027, Daerah Mana saja di NTB Bakal Segera Disiram Hujan?
-
Selaras dengan Asta Cita, BRI Perkuat Pembiayaan Produktif dan Inklusi Keuangan
-
Blak-blakan Menteri Bahlil Soal Penyebab Antrean BBM di Bali dan Solusi Kilatnya
-
Aliran Dana Haram Rp12,4 Miliar Terbongkar, KPK Panggil Sejumlah Pejabat Lombok Barat