- Survei menunjukkan 80% masyarakat puas dengan setahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
- Psikolog Reza Indragiri mendukung Prabowo, namun menyebut Gibran sebagai "kerikil dalam sepatu".
- Keluhan dan usulannya soal Fufufafa, mobil Esemka, dan perlindungan anak tidak direspon oleh Gibran.
“Untuk mendukung kerja wapres, tunjuk nama – nama besar seperti Kak Seto Mulyadi, atau bunda Lisda sebagai penasehat. Sayang seribu sayang ternyata juga tidak direspon oleh Wapres Gibran,” tambahnya.
Dari sejumlah keluh kesah yang coba disampaikan Reza melalui lapor mas wapres itu sama sekali tidak mendapatkan respon.
Reza merasa bahwa dirinya sebagai Warga Negara Indonesia tidak digubris sama sekali dengan wapresnya.
“Itu bukti, apa boleh buat saya sebagai Warga Negara Indonesia, memegang KTP Jakarta ternyata tidak digubris oleh wapresnya,” ucap Reza.
“Ya wajar kalau kemudian protes saya, keluh kesah saya tidak diindahkan, lalu mengapa saya berikan dukungan,” imbuhnya.
Reza mengungkapkan bahwa alasan itulah yang akhirnya membuat dirinya mempertanyakan seberapa relevan keberadaan Gibran untuk negara Indonesia.
“Itu salah satu alasan kenapa saya mempertanyakan seberapa relevan sesungguhnya keberadaan Wapres Gibran bagi negara kita,” tegasnya.
Kontributor : Kanita
Baca Juga: Blak-blakan, Said Didu Sebut Jokowi Biang Kerok IKN, Ini Alasannya
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel