- Kepala Balai TNGR NTB mengimbau pendaki bersiap menghadapi cuaca dingin ekstrem selama musim kemarau di kawasan Gunung Rinjani.
- Suhu pegunungan yang menurun signifikan pada malam hingga pagi hari meningkatkan risiko hipotermia bagi para wisatawan pendaki.
- Pendaki wajib membawa perlengkapan hangat, menjaga kondisi fisik, dan memastikan kesiapan logistik demi keselamatan selama melakukan aktivitas pendakian.
SuaraBali.id - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengingatkan para wisatawan atau pendaki.
Untuk mengantisipasi suhu dingin dengan melakukan persiapan secara matang sebelum melakukan aktivitas pendakian.
"Wisatawan atau pendaki perlu persiapan matang karena kondisi cuaca saat ini terasa lebih dingin," kata Kepala Balai TNGR NTB Budy Kurniawan dalam keterangan tertulisnya di Mataram, Rabu.
Ia meminta para wisatawan tidak lengah dengan kondisi cuaca siang yang cerah karena suhu di kawasan tersebut bisa berubah drastis saat malam hari.
"Karena pendakian yang aman dimulai dari persiapan yang matang. Mari nikmati keindahan Rinjani dengan tetap mengutamakan keselamatan," katanya.
Dia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi udara yang terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari dalam beberapa hari terakhir merupakan tanda bahwa wilayah NTB telah memasuki musim kemarau.
Saat musim kemarau, tambah dia, udara cenderung lebih kering sehingga suhu pada malam dan pagi hari dapat turun cukup signifikan, terutama di kawasan pegunungan.
"Cuaca dingin di pegunungan dapat meningkatkan risiko hipotermia, terutama saat beristirahat atau berada di area terbuka yang berangin," katanya
Bagi wisatawan yang akan melakukan pendakian, pastikan untuk mempersiapkan diri dengan baik, seperti membawa jaket dan pakaian hangat yang memadai, serta menggunakan kantong tidur (sleeping bag) yang sesuai untuk suhu pegunungan.
Baca Juga: Operasi Penyelamatan Pendaki Malaysia di Rinjani, Helikopter Tembus Cuaca Ekstrem
Selain itu, pendaki diimbau menjaga kondisi fisik, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta memastikan seluruh perlengkapan pendakian dalam kondisi baik dan lengkap.
Dia mengatakan, pihaknya akan terus menggencarkan sosialisasi ini kepada wisatawan dan seluruh pihak terkait guna memastikan keamanan serta keselamatan bersama.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Kejagung Geledah Kantor BGN, Dilakukan di Tengah Pencopotan Dadan dan Dugaan Jual Beli Titik MBG
-
Harga Emas Antam Tetap Dibanderol Rp 2.774.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?
-
IHSG Diproyeksi Menguat Lagi, Investor Bisa Cermati Saham-saham Ini
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
Terkini
-
Suhu Ekstrem di Gunung Rinjani, Ini Tips Hindari Hipotermia Saat Mendaki
-
Kejari Lelang Aset Terpidana Korupsi Bandara Lombok
-
Kenapa Gaji 13 ASN Lombok Tengah Belum Cair? Ini Penjelasan Pemerintah
-
Suhu Minimum NTB Naik 2 Derajat Celcius, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Sirkuit Mandalika Akan Jadi Sirkuit Lari