- Balai TNGR NTB membangun fasilitas rest shelter di berbagai jalur pendakian Gunung Rinjani untuk meningkatkan pelayanan wisatawan.
- Pembangunan rest shelter yang dilengkapi panel surya telah rampung di jalur Sembalun dan Senaru, serta menyusul di jalur Torean.
- Fasilitas tersebut berfungsi sebagai ruang istirahat dan perlindungan pendaki dari cuaca ekstrem guna mendukung keamanan serta kenyamanan pendakian.
SuaraBali.id - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membangun sejumlah rest shelter di tiap jalur pendakian di kawasan Gunung Rinjani dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada para wisatawan yang datang berkunjung.
"Pada tahun ini kami membangun fasilitas rest shelter di pos-pos jalur pendakian di kawasan Gunung Rinjani Lombok," kata Kasubbag Tata Usaha (TU) pada Balai TNGR NTB Asrekita di Mataram, Kamis (14/5).
Ia mengatakan untuk sementara yang sudah terbangun ada di jalur pendakian Sembalun dan Senaru. Sedangkan untuk jalur pendakian Torean dan Timbanuh, rest shelter sedang dalam proses.
"Di jalur pendakian Sembalun ada 6 rest shelter dan jalur pendakian Senaru ada 6 rest shelter," katanya.
Ia mengatakan adapun fasilitas di rest shelter yang bisa dimanfaatkan oleh para pendaki di antaranya tempat duduk dengan kapasitas bisa sampai 10 orang, lampu dan colokan listrik yang bersumber dari panel surya.
"Kami harapkan ini bisa dimanfaatkan oleh pendaki untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanannya ataupun untuk berteduh saat musim hujan namun tidak diperbolehkan untuk mendirikan tenda di dalamnya, membuang sampah dan juga vandalisme," katanya.
Sementara itu, Kepala Balai TNGR NTB Budhy Kurniawan mengatakan pembangunan rest shelter di jalur pendakian Gunung Rinjani sebagai bagian dari upaya peningkatan fasilitas dan keselamatan pendaki di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.
"Shelter ini dirancang dengan struktur yang kokoh, desain ergonomis, serta akan dilengkapi panel surya untuk mendukung kebutuhan energi ramah lingkungan di jalur pendakian," katanya.
Ia mengatakan kehadirannya diharapkan menjadi ruang singgah yang aman bagi para pendaki untuk beristirahat, berlindung dari cuaca ekstrem, hingga memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan.
Baca Juga: Pendakian Gunung Rinjani Dibuka Kembali 11 Agustus dengan Aturan Baru
Bukan sekadar tempat berteduh, rest shelter ini adalah bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman pendakian yang lebih baik tanpa mengesampingkan kelestarian alam Rinjani.
"Mari bersama menjaga fasilitas yang dibangun, menjaga kebersihan jalur, dan terus mencintai Rinjani dengan tindakan nyata," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
BRI Peduli Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Lombok, Termasuk Gelaran MotoGP Mandalika
-
Villa Mewah Terbakar Gara-gara Penghuni Usir Laba-laba Pakai Api
-
Aliran Dana Korupsi Chromebook Lombok Timur: Giliran Mantan Bupati dan Sekda Diincar?
-
Sambut MotoGP Mandalika 2026: Pecco Bagnaia dan Jorge Martin Sudah Tiba, Marquez Kapan?
-
Baku Hantam Antara WN Australia di Kelab Malam Bali, Sekuriti Kena Pukul