- Kebakaran hutan di Savana Propok, Gunung Rinjani, Lombok Timur, berhasil dipadamkan sepenuhnya oleh tim gabungan pada Rabu siang.
- Api pertama kali muncul Selasa siang akibat kondisi cuaca kering dan angin kencang di kawasan Savana Propok tersebut.
- Petugas gabungan melakukan penyisiran total untuk memastikan seluruh bara api tidak lagi aktif demi keamanan area Taman Nasional.
SuaraBali.id - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bukit Savana Propok, kawasan Gunung Rinjani Resort Aikmel Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil dipadamkan secara total.
"Berdasarkan pantauan visual terbaru dari jarak aman pada Rabu siang, kepulan asap maupun titik api terbuka sudah tidak lagi terlihat di area bekas kebakaran, kami memastikan situasi telah sepenuhnya aman dan terkendali," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR Astekita Ardi di Lombok Timur, Rabu (3/6)
Ia mengatakan dalam upaya pemadaman secara maraton itu melibatkan tim gabungan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Kahutla), petugas Balai TNGR, serta elemen masyarakat.
"Petugas gabungan berhasil menghentikan perambatan api yang sempat melahap vegetasi sabana kering sejak Selasa (2/6) siang," katanya.
Peristiwa kebakaran ini pertama kali terdeteksi oleh sistem pemantauan lapangan pada Selasa (2/6), sekitar pukul 11.00 Wita. Lokasi api mula-mula muncul di kawasan Savana Propok 2, tepatnya pada koordinat 50 446438 E dan 9067279 S.
Akibat embusan angin yang cukup kencang serta hamparan rumput yang mulai mengering memasuki musim kemarau, kobaran api dengan cepat meluas hingga membakar sebagian vegetasi di kawasan Savana Propok 1.
Dalam merespons situasi darurat tersebut, Kelompok Pengelola Savana Propok langsung bergerak cepat dengan menerjunkan sedikitnya 15 personel ke lokasi kejadian pada pukul 13.00 Wita.
Kendati tim telah melakukan pemadaman secara intensif hingga menjelang pukul 18.00 Wita, medan yang sulit serta keterbatasan alat membuat bara api belum sepenuhnya dapat dikendalikan pada malam pertama.
"Kondisi medan dan gelapnya malam sempat menjadi kendala utama bagi para petugas di lapangan," katanya.
Baca Juga: Suhu Ekstrem di Gunung Rinjani, Ini Tips Hindari Hipotermia Saat Mendaki
Ia mengatakan hingga Selasa (2/6), pukul 19.00 Wita, api memang masih terpantau aktif di beberapa bagian kawasan yang terdampak.
Mengingat kondisi telah memasuki malam hari dengan tingkat pencahayaan yang terbatas serta mempertimbangkan faktor keselamatan personel yang bertugas, pemadaman dihentikan sementara dan dilanjutkan pada Rabu pagi.
"Memasuki Rabu pagi, skenario penanganan berjalan dengan sangat efektif. Tim gabungan kembali bergerak ke lokasi guna melakukan penyisiran total untuk memastikan tidak ada lagi bara api tersembunyi," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri
-
Sungai-sungai di Mataram Berubah Jadi 'Lautan Sampah' Saat Kemarau
-
DPLK BRI Kantongi Kehati ESG Award 2026 Berkat Konsistensi Terapkan Prinsip ESG