- Survei menunjukkan 80% masyarakat puas dengan setahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
- Psikolog Reza Indragiri mendukung Prabowo, namun menyebut Gibran sebagai "kerikil dalam sepatu".
- Keluhan dan usulannya soal Fufufafa, mobil Esemka, dan perlindungan anak tidak direspon oleh Gibran.
SuaraBali.id - Psikolog Forensik, Reza Indragiri menyebut bahwa berdasarkan hasil survei, masyarakat Indonesia merasa puas dengan pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka satu tahun pertama.
“Satu tahun pemerintahan Prabowo – Gibran berdasarkan hasil survei, ternyata Masyarakat Indonesia Mengelu – elukan Presiden Prabowo,” ujar Reza, dikutip dari youtube Fristian Griec Media, Selasa (21/10/25).
“Terbukti dari hasil survei, 80% percaya dan happy atas kepemimpinan beliau (Prabowo),” imbuhnya.
Meski berdasarkan hasil survei, banyak yang merasa puas dengan pemerintahan Prabowo, Reza mengaku tidak untuk dirinya.
Reza Indragiri mengatakan bahwa dirinya memberikan dukungan penuh untuk Presiden Prabowo, namun tidak untuk wakilnya.
Bahkan, Reza menyebut dalam konten youtubenya itu bahwa Gibran hanyalah menjadi kerikil dalam Sepatu pemerintahan.
“Saya akui terus terang, bagi saya, saya memberikan dukungan kepada Presiden Prabowo, tapi keberadaan Gibran Rakabuming Raka itu memang menjadi kerikil dalam sepatu pemerintahan,” ucap Reza.
Reza kemudian mengungkapkan alasannya menyebut Gibran sebagai kerikil dalam Sepatu pemerintahan.
“Kenapa begitu? Pertama, tahun lalu November 2024, saya terus terang menyampaikan sejumlah keluh kesah ke nomor pengaduan Wapres Gibran. Apa isi keluh kesah saya? Pertama saya mengeluh kesahkan terhadap kenapa tidak ada proses hukum terhadap Fufufafa, katanya kita menaruh rasa hormat kepada kaum hawa, kita benci terhadap yang Namanya kekerasan seksual, tapi kenapa negara tidak kunjung bergerak mencari siapa sih sebenarnya Fufufafa lalu menjebloskannya ke penjara, kalau divonis bersalah,” urainya.
Baca Juga: Blak-blakan, Said Didu Sebut Jokowi Biang Kerok IKN, Ini Alasannya
“Jawaban dari keluh kesah saya tersebut adalah ‘Terima kasih atas laporan anda, kami akan segera merespon laporan anda’. Tapi ya berhari – hari, berpekan – pekan kemudian tidak ada komunikasi lebih lanjut dari mereka,” sambungnya.
Bukan hanya sekali saja, Reza mencoba mengirim keluh kesah kedua kalinya yakni mengenai Mobil Esemka, namun Kembali tidak mendapat respon.
“Tahun 2024, di 13 November saya berkeluh kesah lagi pada mas wapres. Mobil yang saya pakai itu kan sudah berumur belasan tahun, saya mau Ganti dengan esemka. Lalu saya bertanya Dimanakah dealer Esemka terdekat di Jakarta? Jawabannya, tidak ada jawaban,” cerita Reza.
Ketiga kalinya Reza kemudian mencoba mengusulkan soal isu perlindungan anak di Indonesia agar menjadi kekuasaan wapres.
Sayangnya, keluh kesah dan usul Reza itu lagi – lagi tidak mendapatkan respon dari sang wapres.
“Sehari kemudian 14 November saya coba lagi berkeluh kesah, saya usul karena Indonesia butuh perhatian besar terhadap isu perlindungan anak, saya usul agar area perlindungan anak ini menjadi kekuasaan wapres,” ujar Reza.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Nasib Warga Kampung Adat Sade yang Masih Tinggal di Pengungsian
-
Ayah Asal Australia Ditemukan Tewas Tergantung Kabel Setrika, Dua Anak Tergeletak di Lantai
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali