SuaraBali.id - Gubernur Bali, Wayan Koster memberikan komentar tegas terkait pelarangan sampah organik untuk dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.
Kebijakannya itu sejatinya sudah mulai diterapkan sejak Jumat (1/8/2025).
Namun, dalam pelaksanaannya kebijakan itu sempat menimbulkan antrean di TPA Suwung karena sampah yang belum terpilah.
Selain itu, pada Senin (3/8/2025) kemarin puluhan sepeda motor pengangkut sampah memarkirkan kendaraannya yang membawa sampah itu di depan Kantor Gubernur Bali.
Hal tersebut lantaran para pengangkut sampah tidak dapat membuang sampah di Tempat Pembuangan Sementara.
Namun, Koster bersikeras dengan kebijakannya itu.
Dia menginginkan agar masyarakat mengolah sampah organiknya dari rumah masing-masing.
Hal itu dilakukan agar sampah di TPA Suwung tidak semakin menggunung.
“Nggak bisa (ada yang keberatan soal kebijakan tersebut), itu harus dihentikan sampah organiknya, harus diolah di rumah sendiri,” ujar Koster saat ditemui di Pelabuhan Benoa, Kota Denpasar, Selasa (5/8/2025).
Baca Juga: Koster Sebut Ada Pihak yang Ingin Mengadu Domba Desa Adat di Bali
“Selesaikan sendiri, sampah dibikin sendiri, diselesaikan sendiri. Jangan sampah bikin sendiri orang yang disuruh urus,” imbuh dia.
Koster meminta agar masyarakat memilah sampahnya sendiri antara sampah organik dan anorganik di masing-masing rumah.
Nantinya, sampah anorganik dan residu dapat diangkut untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) atau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) untuk didaur ulang.
Sehingga, Koster juga meminta agar setiap desa di Bali bisa memiliki TPS3R agar tidak menambah beban bagi TPA Suwung dan dapat mengolah sampahnya di tingkat desa.
Dia meminta Bupati dan Walikota masing-masing daerah untuk menyiapkannya.
Selain itu, dia juga menginstruksikan kepala daerah masing-masing agar memikirkan solusi agar mengurangi antrean truk sampah yang akan masuk TPA Suwung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Cuan Puluhan Miliar! Jambu Mete dari Lahan Kering NTB Kini Tembus Pasar Internasional
-
Anggaran PON 2028 Rp1 Triliun, DPRD NTB Pilih Mundur Jadi Tuan Rumah
-
Imigrasi Tangkap 3 WNA di Bali Diduga PSK Tarif Belasan Juta
-
WNI dan WNA Dilaporkan Hilang Tertimbun Longsor Masih Dicari
-
Darya-Varia Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dengan DiVi Lab di Self-Care AMRUN 5K 2026, Bali