- BNN menggerebek laboratorium narkoba yang dikendalikan jaringan Rusia di sebuah vila Blahbatuh, Gianyar, pada Jumat (5/3/2026).
- Dua WN Rusia, N (29) dan ST (34), ditangkap bersama 7,3 kg narkoba jenis mephedrone yang belum sempat diedarkan.
- Pengungkapan ini berawal dari kecurigaan Bea Cukai terhadap paket prekursor kimia yang dikirim dari Tiongkok ke Bali.
SuaraBali.id - Hamparan persawahan di pinggiran Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, nampak seperti pemandangan khas Bali biasanya.
Namun, di sebuah vila, terdapat operasi produksi narkoba yang dikendalikan jaringan Rusia.
Laboratorium narkoba (clandestine lab) itu baru beroperasi kurang dari dua bulan sebelum akhirnya berhasil digerebek Badan Narkotika Nasional (BNN) RI pada Jumat (5/3/2026).
Hasilnya, dua orang WN Rusia berinisial N (29) dan ST (34) diamankan sebagai tersangka.
Mereka disebut beroperasi secara berpindah-pindah dari satu vila ke vila yang lainnya.
Kedua tersangka mengaku beroperasi di lab yang menjadi TKP pada pukul 00.00 tengah malam hingga pukul 04.00 subuh.
Deputi Pemberantasan BNN, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan menjelaskan jika pihaknya berhasil mengamankan 7,3 kilogram barang bukti narkoba jenis mephedrone.
“Mereka masuk itu pada bulan Januari. Rencananya barang tersebut sudah bisa kita antisipasi setelah jadi,” ujar Roy dalam konferensi pers di TKP pada Sabtu (7/3/2026).
Dalam pengejarannya, keberadaan lab tersebut diendus ketika petugas mencurigai adanya paket mencurigakan yang dikirim dari Tiongkok.
Baca Juga: Iseng Buka Aplikasi Setelah Bayar Tagihan, Keluarga di Bali Malah Dapat Mobil BYD M6
Barang- barang tersebut dideteksi oleh Bea Cukai yang kemudian menemukan barang tersebut adalah bahan kimia prekursor yang digunakan untuk membuat mephedrone.
Dengan alamat yang ditujukan ke Bali, petugas langsung bergerak untuk menyelidiki lokasi yang diduga tempat yang digunakan untuk memproduksi narkotika tersebut.
Hingga akhirnya vila yang menjadi lokasi TKP ditemukan.
Selain barang bukti prekursor seperti methylamine, hydrobromic acid, petugas juga mengamankan barang yang membantu produksi mephedrone.
Barang tersebut meliputi beberapa jerigen yang berisi beberapa jenis cairan, Erlenmeyer hisap, timbangan digital, syringe 20 ml, dan barang lainnya.
Dalam pengakuan tersangka, meski sudah ada 7,3 kilogram mephedrone yang dihasilkan, namun barang tersebut belum diedarkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Dukung Arahan Prabowo, BRI Siap Perluas Akses Rekening bagi Masyarakat Indonesia
-
WNA Asal Tiongkok Rekat Emas 10 Kg di Tubuh Demi Lolos ke Luar Negeri
-
Tanpa Ribet, Ini Keunggulan BRI Multiguna Pre-Approved Buat Penuhi Berbagai Kebutuhan
-
Langkah Pemkab Badung Ajukan Kasasi Atas Gugatan BTS Dinilai Tepat
-
Niat Nikahin Anak, Pria di Bali Malah Gasak Sertifikat Tanah dan BPKB Calon Mertua Senilai Rp83 Juta