- Sebanyak 195 unit dapur makan bergizi di NTB menghentikan operasional karena belum menerima pencairan dana dari Badan Gizi Nasional.
- Badan Gizi Nasional NTB memastikan operasional dapur dilarang berjalan sebelum pemerintah pusat mencairkan dana operasional yang saat ini tertunda.
- Dampak penghentian operasional ini menyebabkan penerima manfaat tidak dapat memperoleh layanan makan siang bergizi gratis selama proses pencairan berlangsung.
SuaraBali.id - Sebanyak 195 dapur MBG atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di NTB mogok operasional. Pasalnya, ratusan SPPG tersebut belum mendapatkan biaya operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Koordinator Wilayah (Korwil) BGN NTB, Eko Prasetyo membenarkan ratusan SPPG tidak beroperasi. Dimana, berdasarkan data yang ada sebanyak 195 dapur di NTB tidak beroperasi.
Dirincikan, Kota Mataram sebanyak 8 unit SPPG, Kabupaten Lombok Barat 30 unit SPPG, Lombok Tengah sebanyak 42 SPPG, Lombok Timur sebanyak 44 SPPG, dan Kabupaten Lombok Utara 14 SPPG.
Selain itu, di Kabupaten Sumbawa dua SPPG, Kabupaten Sumbawa Barat sebanyak 5 SPPG, Kabupaten Dompu sebanyak 4 SPPG, Kota Bima sebanyak enam SPPG dan Kabupaten Bima sebnayak 40 SPPG.
“Minggu lalu penarikan data dari sistem dan dicairkan Hari Jum’at. Memang ada yang belum pancairan dan itu sudah kita laporkan. Operasionalnya itu tunggu pencairan,” katanya Senin (8/6/2026).
Mandeknya pencairan ini sambung Eko belum diketahui penyebabnya secara pasti. Karena hingga saat ini belum ada konfirmasi dari pemerintah pusat terkait persoalan yang terjadi dan hal tersebut merupakan ranah BGN.
“Nanti akan progress pencairan. Hari ini ada pencairan lagi dan kita data terus ya,” ujarnya.
Ditekankan Eko, operasional SPPG tidak diperkenankan berjalan jika dana dari BGN belum diberikan.
“Misalnya kalau tidak ada pencairan dana tidak diperkenankan untuk operasional,” katanya.
Baca Juga: Kepala BGN Dicopot, Bagaimana Nasib Makan Siang Gratis? Ini Jawaban Satgas NTB
Ia membantah jika mandeknya pencairan ini akibat dari pencopotan Dadan sebagai Kepala BGN NTB.
“Ini beda konteks pergantian pucuk pimpinan,” katanya.
Pencairan dipastikan akan dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya, tahapan pencairan juga sedang dalam proses. Karena untuk proses akan dilakukan seluruh SPPG di Indonesia.
“Hari ini mulai mogok. Kalau kemarin itu kan sudah ada pencairan. Sebagian sudah masuk,” katanya.
Dikatakannya, modal SPPG tidak diperbolehkan menggunakan dana pribadi atau ditalangi.
“Tidak boleh ditalangi atau pembayaran tempo. Tidak diperkenankan,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
-
Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA
-
Diskon Pemeriksaan Laboratorium Hingga MCU Prodia, Ini Manfaat dari BRI untuk Nasabah Prioritas
-
Kementerian Transmigrasi dan Komisi V DPR RI Serahkan 109 SHM Warga Transmigrasi Lombok Timur
-
BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun, Optimistis terhadap Prospek Jangka Panjang