- Polda Bali menyelidiki kasus penculikan dan mutilasi WN Ukraina, Ihor Komarov, terkait dugaan afiliasi mafia.
- Polisi menduga motif kejahatan ini bersumber dari aktivitas korban dan pelaku di luar negeri sebelum di Bali.
- Polda Bali telah mengamankan satu pelaku dan menerbitkan Red Notice Interpol untuk lima tersangka lainnya.
SuaraBali.id - Kepolisian Daerah Bali atau Polda Bali menyelidiki dugaan afiliasi mafia dalam kasus penculikan dan mutilasi terhadap WN Ukraina, Ihor Komarov.
Narasi terkait dugaan aktivitas mafia yang melatari peristiwa ini beredar di media sosial. Selain itu, Ihor juga sempat mengaku diculik oleh organisasi berbahaya dalam video yang diduga diambil ketika dirinya sedang disandera.
Dalam video yang beredar, Ihor juga nampak meminta orang tuanya mengirimkan sejumlah uang sebagai tebusan.
Namun, hingga saat ini polisi belum menerima laporan terkait latar belakang korban dan pelaku.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy menerangkan jika pihaknya sudah berkoordinasi dengan kedutaan besar negara terkait.
Namun, belum disebut jika korban dan pelaku terkait dengan aktivitas mafia.
“Keterangan itu kita belum terima secara resmi ya. Mungkin rekan-rekan tahu lewat media sosial atau lewat apa karena memang banyak video-video yang beredar itu kan kita lihat beredarnya di luar ya,” ungkap Ariasandy saat ditemui di Mapolda Bali, Jumat (6/3/2026).
“Secara resmi kita belum menerima itu dari kedutaan ataupun dari pihak sana mengenai background atau latar belakang si korban ini maupun pelaku," Imbuhnya.
Namun demikian, dia menduga jika motif penculikan dan mutilasi ini berkaitan dengan aktivitas para pelaku dan korban di luar negeri.
Baca Juga: Pelaku Mutilasi WNA di Bali Punya Tiga Paspor
Kemudian, para pelaku menyasar Ihor yang kebetulan terdeteksi sedang berada di Bali.
Sehingga, para pelaku langsung mengeksekusi Ihor ketika ditemukan di Bali.
“Kita duga ini adalah kejadian yang berawal dari negara yang bersangkutan. Mungkin yang dia sasar terdeteksi berada di Bali, sehingga dia lakukan itu di Bali,” kata Ariasandy.
“Sehingga belum bisa kita katakan jika adalah organized crime yang beraksi di bali. Persoalannya dari negara mereka lalu kemudian dia lakukan di bali,” pungkasnya.
Hingga saat ini, baru satu pelaku yang berhasil diamankan Polda Bali. masih ada 5 tersangka yang masih dalam pengejaran oleh polisi.
Diperkirakan sudah ada beberapa tersangka yang kabur ke luar negeri sehingga kepolisian menerbitkan Red Notice Interpol untuk melacak keberadaan pelaku di luar negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri