“Satu orang leader ada perempuan itu berawal dari broadcaster. Karena mungkin kerjanya bagus maka mereka naik diangkat jadi leader,” imbuh Ranefli.
Ranefli menjelaskan jika motif para pelaku murni adalah motif ekonomi.
38 orang pekerja itu menerima gaji pokok dari jaringan mereka di Kamboja. Mereka digaji sebesar 200 USD atau sekitar Rp3,2 juta setiap sebulan.
Selain itu, mereka juga memperoleh bonus 1 USD setiap data yang berhasil mereka peroleh untuk dihimpun jaringan di Kamboja.
Ranefli menjelaskan jika salah satu broadcaster ada yang mampu meraup Rp12 juta sebulan dari bonus tersebut.
Uang tersebut dikirimkan dalam bentuk kripto dan dicairkan oleh pelaku di Bali.
“Mereka gaji pokoknya per bulan 200 USD dikirim dari sana. Jd kalau makin banyak mengirim data makin banyak bonusnya,” ungkapnya.
“Kalau dikisarkan bonusnya relatif, tergantung keaktifan mereka. Mereka aktif gencar, besar datanya. Maksimal bisa ada salah satu yang paling banyak Rp12 juta sebulan mereka dapat,” tutur Ranefli.
Seperti yang diberitakan, para pelaku penipuan ini bekerja sama dengan jaringan Kamboja untuk memperoleh data WN Amerika Serikat.
Baca Juga: Bali dalam Sorotan: Australia Wanti-Wanti Warganya yang Berlibur ke Pulau Dewata
Mereka beroperasi dengan menyamar sebagai perempuan dan berinteraksi di media sosial Telegram.
Mereka hanya sebatas menyerahkan data yang mereka peroleh ke jaringan mereka.
Sementara, Ranefli belum mengetahui penggunaan data tersebut karena data yang ada dihimpun di Kamboja.
38 orang pelaku tersebut dijerat dengan pasal 35 jo pasal 51 ayat 1 Undang-undang nomor 11 tahun 2008 yang diubah menjadi Undang-undang nomor 1 tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Mereka terancam dikenakan hukuman paling lama 12 tahun atau denga paling banyak Rp12 miliar.
Kontributor : Putu Yonata Udawananda
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Wisatawan Arab Saudi Mabuk Tusuk Ojol dan Sekuriti di Denpasar
-
Bahasa Sasak Terancam Hilang? 2,2 Juta Penutur Hadapi Tantangan Baru di Era Modern
-
Qlola Mobile BRI Hadirkan Kemudahan Pantau Keuangan Perusahaan secara Real-Time
-
Pria di Klungkung Berakhir Babak Belur Dihajar Saat Ngopi
-
Nikmati Promo Spesial Cashback BRI di Hari Sumpah Pemuda Pakai QRIS BRImo