- PDAM Lombok Tengah memperbaiki kebocoran pipa air untuk mengoptimalkan pelayanan masyarakat selama musim kemarau tahun 2026.
- Ketersediaan air baku saat ini terpantau normal dan aman dengan debit sebesar 800 liter per detik.
- PDAM menyiapkan lima unit mobil tangki sebagai langkah antisipasi jika terjadi penurunan debit air yang signifikan.
SuaraBali.id - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan pihaknya sedang fokus melakukan perbaikan jaringan pipa air bersih yang mengalami kebocoran.
Sebagai salah satu langkah antisipasi mengoptimalkan pelayanan pada musim kemarau tahun ini.
"Kondisi ketersediaan air bersih hingga Juni 2026 ini masih aman," kata Direktur Utama PDAM Kabupaten Lombok Tengah Bambang Supraptomo di Lombok Tengah, Kamis (4/6).
Memasuki musim kemarau saat ini, kata dia, ketersediaan air bersih memang masih aman, hanya saja diprediksikan beberapa bulan ke depan baru debit air mengalami penurunan, sehingga PDAM sudah mulai merancang berbagai langkah antisipasi.
"Dengan adanya berbagai informasi terkait potensi kemarau panjang dan beberapa minggu terakhir tidak terjadi hujan lagi, maka potensi pengurangan debit air akan terjadi dalam beberapa bulan terakhir," katanya.
Ia mengatakan kondisi debit air per hari ini masih normal pada angka 800 liter per detik dan sangat cukup untuk memberikan pelayanan kepada seluruh pelanggan yang diambilkan dari berbagai sumber mata air.
Meski ketersediaan air masih cukup, namun pihaknya mengaku saat ini terjadi sistem bergilir untuk para pelanggan.
Bukan disebabkan karena kekurangan debit air tapi lebih disebabkan pada kondisi sistem jaringan dan infrastruktur pendukung yang kurang memadai.
“Saat ini memang ada sistem bergilir, tapi bukan karena kekurangan air namun lebih pada kondisi jaringan yang memang butuh perbaikan," katanya.
Baca Juga: Kenapa Gaji 13 ASN Lombok Tengah Belum Cair? Ini Penjelasan Pemerintah
Untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau, pihak PDAM akan melakukan evaluasi terkait dengan potensi sumber mata air, mengingat sumber mata air PDAM masih berada di alam terbuka sehingga diperlukan optimalisasi sumber mata air.
“Selain itu perlu evaluasi jaringan-jaringan, jadi pipa-pipa yang perlu diganti agar air yang terbatas ini bisa melayani masyarakat secara maksimal. Jadi ada pengaturan tekanan yang bisa dilakukan,” ucapnya.
Bambang menambahkan alternatif terakhir jika terjadi musim kemarau yang berkepanjangan yakni dengan menyiagakan mobil tangki.
Ada sekitar lima mobil tangki yang disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat jika terjadi potensi terburuk yakni para pelanggan tidak bisa terlayani dengan maksimal oleh sistem perpipaan.
“Meski saat ini masih aman, tapi kami tetap harus menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk datangnya musim kemarau ini. Solusi terakhirnya dengan melakukan penyaluran air bersih kepada para pelanggan jika tidak bisa terlayani dengan maksimal,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Kena OTT KPK, PAN Langsung Pecat Lalu Ahmad Zaini Sebagai Kader
-
Dua Tersangka Kasus Santri Terbakar Diperiksa Polisi
-
Penembak Sekuriti dan Warga Negara Maroko di Bali Punya Izin Senpi
-
Operasi Senyap KPK Berlanjut, Giliran Bupati Lombok Barat Ditangkap!
-
Balon Gas Meledak Saat Perayaan Hari Koperasi di Bali, 11 Orang Terluka