- DPRD dan Pemkab Lombok Tengah resmi menutup 25 ritel modern karena melanggar aturan jarak dalam Perda Nomor 7 Tahun 2021.
- Penertiban yang berlangsung pada Mei 2026 ini bertujuan memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal serta mendukung para pelaku usaha UMKM daerah.
- Pemerintah daerah mendorong manajemen ritel melakukan mutasi internal bagi karyawan terdampak guna menghindari adanya pemutusan hubungan kerja secara massal.
SuaraBali.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendukung langkah pemerintah daerah untuk menegakkan peraturan daerah (perda) terkait penertiban puluhan ritel modern yang melanggar aturan tersebut.
"Kami mendukung penegakan perda tersebut," kata Ketua Komisi II DPRD Lombok Tengah Ferdian Elmansyah di Lombok Tengah, Selasa (26/5).
Ia mengatakan ritel modern tersebut memang tidak sesuai dengan aturan atau perda tersebut, sehingga dilakukan penutupan dan persoalan adanya karyawan yang terancam di PHK (pemutusan hubungan kerja) diharapkan ada solusi baik itu dari manajemen maupun pemerintah daerah.
"Kami mendorong supaya Pemda berkoordinasi dengan manajemen ritel modern tersebut," katanya.
Ia mengatakan informasi dari pemerintah daerah terhadap persoalan ini ada dua yakni ritel modern merubah pola usaha dan melakukan mutasi internal, supaya tidak terjadi PHK.
"Itu solusi yang ditawarkan pemerintah daerah," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menyatakan penutupan ritel modern tersebut dikarenakan melanggar peraturan daerah (Perda) dan diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal atau masyarakat.
"Sebanyak 25 ritel modern itu telah melakukan penutupan secara mandiri sesuai dengan batas waktu yang diberikan," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lombok Tengah Dalilah.
Ia mengatakan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan itu terbentuk dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat serta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Baca Juga: 18 Alfamart dan 7 Indomaret di Lombok Ditutup, Mendag Budi Santoso Buka Suara
Oleh karena itu, penertiban ritel modern ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal atau UMKM di Lombok Tengah.
"Intinya ritel modern ini ditutup karena tidak sesuai dengan Perda yang telah ditetapkan," katanya.
Ia mengatakan penutupan ritel modern ini dipastikan tidak mengganggu investasi ritel di Lombok Tengah karena penutupan itu dilakukan karena melanggar perda.
"Penutupan ini juga tidak ada kaitannya dengan Koperasi Desa Merah Putih," katanya.
Ia mengatakan ritel modern itu memang terbangun sebelum Perda ini ditetapkan, sehingga pemerintah daerah memberikan kesempatan bagi pemilik ritel modern untuk melakukan penyesuaian dengan Perda tersebut.
"Ritel modern yang ditutup ini, karena jaraknya dengan pasar terlalu dekat atau tidak sesuai dengan Perda," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Anak-Anak Digerebek Bak Teroris, TGB: Bukan Ini Polisi yang Dicita-citakan Pendiri Bangsa!
-
Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini
-
Kapal Angkut Turis Asing Meledak dan Terbakar di Nusa Penida
-
BRI Borong 4 Penghargaan di Top 20 Financial Institutions Award 2026
-
Penyelam Tewas saat Menembak Ikan, Sempat Berteriak Minta Tolong