- Pemerintah Provinsi Bali dan KKP menjajaki pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut di Selat Nusa Penida untuk kemandirian energi.
- Hasil kajian ITB menunjukkan kawasan Selat Nusa Penida memiliki potensi energi arus laut sebesar 376,8 megawatt yang sangat stabil.
- Teknologi turbin bawah laut ini akan digunakan untuk menggantikan pasokan listrik dari luar daerah demi mendukung kebutuhan energi berkelanjutan.
SuaraBali.id - Apa itu Pembangkit Listrik Tenaga Arus Laut (PLTAL)? Teknologi ini merupakan pembangkit listrik yang memanfaatkan derasnya arus laut untuk memutar turbin, mirip seperti kincir angin yang digerakkan angin, tetapi ditempatkan di bawah permukaan laut.
Energi yang dihasilkan kemudian diubah menjadi listrik dan disalurkan ke jaringan kelistrikan.
Teknologi energi terbarukan tersebut kini mulai dilirik Pemerintah Provinsi Bali. Pemprov bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membahas pengembangan PLTAL di kawasan Selat Nusa Penida yang dinilai memiliki potensi energi arus laut terbesar di Indonesia.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan potensi tersebut perlu dimanfaatkan untuk mendukung kemandirian energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Saya sudah menangkap idenya dan ini memang sangat kita perlukan. Ternyata kita memiliki potensi besar, ini harus kita manfaatkan sebagai sumber penghidupan masyarakat Bali," kata Koster dalam Focus Group Discussion (FGD) Implementasi Penataan Ruang Laut Berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) di Denpasar, Jumat 10 Juli 2026.
Kajian mengenai PLTAL dilakukan Institut Teknologi Bandung (ITB) di bawah koordinasi Prof. Dwi Susanto dari University of Maryland, Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan tiga selat di sekitar Nusa Penida memiliki arus laut yang cukup kuat dan stabil untuk menghasilkan listrik.
Menurut Prof. Dwi Susanto, potensi listrik dari kawasan tersebut mencapai 376,8 megawatt (MW). Kapasitas itu dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik Nusa Penida, meski pembangunan pembangkit nantinya dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan.
Bagaimana Cara Kerja PLTAL?
Berbeda dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang memanfaatkan aliran sungai atau bendungan, PLTAL menggunakan arus laut yang terus bergerak akibat pasang surut dan perbedaan massa air.
Baca Juga: 5 Daya Tarik Utama Wisatawan Asing Berlibur di Indonesia
Turbin dipasang di dasar atau bawah permukaan laut pada jalur arus yang kuat. Ketika arus mengalir, baling-baling turbin berputar dan menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik tanpa menghasilkan emisi karbon.
Keunggulan teknologi ini adalah sumber energinya relatif stabil dan dapat diprediksi karena mengikuti siklus pasang surut laut.
Selain itu, PLTAL tidak memerlukan bahan bakar fosil sehingga termasuk energi baru terbarukan yang ramah lingkungan.
Bali Ingin Mandiri Energi
Gubernur Wayan Koster mengatakan Bali harus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan listrik dari luar daerah.
Saat ini kebutuhan listrik Pulau Bali berkisar 1.300–1.400 MW, sementara sekitar 400 MW masih dipasok melalui kabel bawah laut dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton di Jawa Timur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Naskah Kuno hingga Keris Pusaka Ludes di Desa Adat Sade, Pemerintah Siapkan Rencana Pemulihan Total
-
Satu Dekade Menahan Rindu, BRI Pertemukan Yuni dengan Sang Ibu di Taiwan
-
BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Akses Layanan Keuangan bagi Diaspora Indonesia
-
Bukan Cuma Tempat Barang Kuno, Ini Wajah Baru Museum NTB yang Siap Mendunia
-
Selamatkan Tanah Negara, Kejari Lombok Tengah Amankan Tanah Miliaran Rupiah dari Mafia Tanah?