- Kemenpar menetapkan budaya, kuliner, dan penyelenggaraan event berkualitas sebagai daya tarik utama wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia.
- Survei terhadap 15,6 juta wisatawan asing menunjukkan kebudayaan lokal lebih diminati dibandingkan dengan keindahan alam yang dimiliki Indonesia.
- Dwi Marhen Yono mendorong kolaborasi lintas sektor guna memperkuat daya saing pariwisata nasional di tengah persaingan negara Asia Tenggara.
SuaraBali.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia mengungkap lima daya tarik utama yang mendorong wisatawan mancanegara memilih berlibur ke Indonesia.
Temuan tersebut menjadi dasar penguatan strategi promosi pariwisata nasional yang menitikberatkan pada budaya, kuliner, hingga penyelenggaraan event berkualitas.
Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Kemenpar Dwi Marhen Yono saat membuka Penglipuran Village Festival, di Panglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, mengatakan hasil survei internasional terhadap 15,6 juta wisatawan asing menunjukkan budaya menjadi alasan utama wisatawan datang ke Indonesia, mengungguli keindahan alam.
Menurutnya, kekuatan budaya yang masih terjaga, khususnya di Bali, menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara.
Tradisi, adat istiadat, serta nilai-nilai lokal dinilai sebagai atraksi yang wajib dinikmati saat berkunjung ke Indonesia.
"Alasan kedua adalah kekayaan kuliner Nusantara," katanya, Kamis 9 Juli 2026.
Dwi menyebut makanan khas Indonesia seperti sate, bakso, hingga nasi goreng telah dikenal luas wisatawan asing.
Karena itu, kuliner daerah, termasuk kuliner khas Bali, harus terus dijaga kualitasnya, sekaligus dipromosikan.
Faktor ketiga adalah penyelenggaraan berbagai event pariwisata.
Baca Juga: WNA India Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis di Bali
Menurutnya, festival budaya maupun ajang olahraga internasional terbukti mampu menarik wisatawan datang ke suatu destinasi, sebagaimana MotoGP di Lombok maupun Panglipuran Village Festival di Bangli.
Selain itu, promosi destinasi dan paket wisata yang menarik juga menjadi faktor penting.
Dwi mendorong pemerintah daerah bersama pelaku industri menyusun paket wisata khusus saat musim sepi kunjungan (low season), agar mampu menarik lebih banyak wisatawan dari Eropa, Amerika, hingga Australia.
Ia menegaskan, sinergi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan media menjadi kunci untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tengah persaingan dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Dwi juga mengapresiasi Penglipuran Village Festival 2026 yang berhasil masuk dalam 100 besar Karisma Event Nusantara dari sekitar 3.600 event yang dikurasi Kemenpar.
Menurutnya, festival tersebut dinilai unggul, karena mengedepankan pelestarian budaya serta mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, sehingga layak menjadi contoh bagi daerah lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bukan Cuma Tempat Barang Kuno, Ini Wajah Baru Museum NTB yang Siap Mendunia
-
Selamatkan Tanah Negara, Kejari Lombok Tengah Amankan Tanah Miliaran Rupiah dari Mafia Tanah?
-
Flores Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 5,1, BMKG: Hati-hati Bangunan Retak
-
Elang Nias dan Burung Hantu Siau Dilaporkan Punah di Indonesia, Benarkah?
-
Kabar Baik! Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT Lewat Pelni Digratiskan 100 Persen