Muhammad Yunus
Kamis, 09 Juli 2026 | 16:57 WIB
Ratusan penari yang rata-rata beranggota remaja putri bergaris saat pembukaan Penglipuran Village Festival Ke-13, di Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, Kamis (9/7/2026) [SuaraBali.id/ANTARA]
Baca 10 detik
  • Kemenpar menetapkan budaya, kuliner, dan penyelenggaraan event berkualitas sebagai daya tarik utama wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia.
  • Survei terhadap 15,6 juta wisatawan asing menunjukkan kebudayaan lokal lebih diminati dibandingkan dengan keindahan alam yang dimiliki Indonesia.
  • Dwi Marhen Yono mendorong kolaborasi lintas sektor guna memperkuat daya saing pariwisata nasional di tengah persaingan negara Asia Tenggara.

SuaraBali.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia mengungkap lima daya tarik utama yang mendorong wisatawan mancanegara memilih berlibur ke Indonesia.

Temuan tersebut menjadi dasar penguatan strategi promosi pariwisata nasional yang menitikberatkan pada budaya, kuliner, hingga penyelenggaraan event berkualitas.

Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Kemenpar Dwi Marhen Yono saat membuka Penglipuran Village Festival, di Panglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, mengatakan hasil survei internasional terhadap 15,6 juta wisatawan asing menunjukkan budaya menjadi alasan utama wisatawan datang ke Indonesia, mengungguli keindahan alam.

Menurutnya, kekuatan budaya yang masih terjaga, khususnya di Bali, menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara.

Tradisi, adat istiadat, serta nilai-nilai lokal dinilai sebagai atraksi yang wajib dinikmati saat berkunjung ke Indonesia.

"Alasan kedua adalah kekayaan kuliner Nusantara," katanya, Kamis 9 Juli 2026.

Dwi menyebut makanan khas Indonesia seperti sate, bakso, hingga nasi goreng telah dikenal luas wisatawan asing.

Karena itu, kuliner daerah, termasuk kuliner khas Bali, harus terus dijaga kualitasnya, sekaligus dipromosikan.

Faktor ketiga adalah penyelenggaraan berbagai event pariwisata.

Baca Juga: WNA India Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis di Bali

Menurutnya, festival budaya maupun ajang olahraga internasional terbukti mampu menarik wisatawan datang ke suatu destinasi, sebagaimana MotoGP di Lombok maupun Panglipuran Village Festival di Bangli.

Selain itu, promosi destinasi dan paket wisata yang menarik juga menjadi faktor penting.

Dwi mendorong pemerintah daerah bersama pelaku industri menyusun paket wisata khusus saat musim sepi kunjungan (low season), agar mampu menarik lebih banyak wisatawan dari Eropa, Amerika, hingga Australia.

Ia menegaskan, sinergi pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, dan media menjadi kunci untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di tengah persaingan dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Dwi juga mengapresiasi Penglipuran Village Festival 2026 yang berhasil masuk dalam 100 besar Karisma Event Nusantara dari sekitar 3.600 event yang dikurasi Kemenpar.

Menurutnya, festival tersebut dinilai unggul, karena mengedepankan pelestarian budaya serta mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, sehingga layak menjadi contoh bagi daerah lain.

Load More