- Polresta Denpasar menyelidiki kasus pencurian dengan modus hipnotis yang menimpa seorang warga negara asing asal India di Kuta.
- Korban kehilangan uang berbagai mata uang senilai Rp23,31 juta setelah dipaksa mencium zat asing oleh pelaku tidak dikenal.
- Kejadian berlangsung pada 29 Juni lalu di kawasan Jalan Sunset Road saat korban sedang berwisata bersama anaknya.
SuaraBali.id - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar menyelidiki dugaan tindak pidana pencurian dengan modus hipnotis yang menimpa seorang warga negara asing (WNA) asal India di kawasan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya di Denpasar, Sabtu (4/7) mengatakan korban mengalami kerugian mencapai Rp23,31 juta setelah diduga menjadi korban aksi pelaku yang mengaku ramah dan mengajak berbincang.
Adi menjelaskan peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Senin (29/6) sekitar pukul 17.30 WITA di sekitar Hotel Golden Tulip, Jalan Sunset Road, Kuta, Badung.
Korban berinisial SOM (45) mengaku kehilangan uang tunai sebesar 100 dolar AS, 9 juta dong Vietnam, 60 ribu rupee India, dan Rp6 juta yang disimpan di laci kamar hotel.
Berdasarkan keterangan korban, saat hendak mencari makan bersama anaknya, mereka dihampiri seorang pria yang datang bersama seorang perempuan dan dua anak.
"Pria tersebut mengajak korban berbincang mengenai negara asalnya dan kemudian meminta korban mencium suatu zat yang disebut memiliki aroma wangi," kata Adi.
Usai mencium zat tersebut, korban dan anaknya mengaku merasa pusing dan tidak enak badan.
Pelaku kemudian memasukkan korban ke dalam mobilnya. Sementara anak korban diminta menunjukkan lokasi hotel tempat mereka menginap dengan alasan hendak mengambil uang.
Sekitar pukul 18.00 WITA, korban dan anaknya kembali ke hotel. Dikarenakan masih merasa tidak enak badan, korban memutuskan membatalkan rencana makan dan langsung menuju kamar.
Baca Juga: Gubernur Bali Bantah Tudingan Hambat Program MBG
Namun, setibanya di kamar, korban mendapati uang yang disimpan di laci sudah tidak ada. Atas kejadian itu, korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Denpasar.
Adi mengatakan pihaknya telah melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari mendatangi dan mengolah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi hingga meminta keterangan dari korban dan sejumlah saksi.
"Saat ini Unit I Jatanras Satreskrim Polresta Denpasar masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dalam kasus tersebut," ujar Adi.
Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya wisatawan agar lebih waspada terhadap orang tidak dikenal yang menawarkan sesuatu atau mengajak berinteraksi dengan cara mencurigakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bukan Cuma Tempat Barang Kuno, Ini Wajah Baru Museum NTB yang Siap Mendunia
-
Selamatkan Tanah Negara, Kejari Lombok Tengah Amankan Tanah Miliaran Rupiah dari Mafia Tanah?
-
Flores Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 5,1, BMKG: Hati-hati Bangunan Retak
-
Elang Nias dan Burung Hantu Siau Dilaporkan Punah di Indonesia, Benarkah?
-
Kabar Baik! Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT Lewat Pelni Digratiskan 100 Persen