- Kementerian Kelautan dan Perikanan melepasliarkan 21 penyu hijau ke Pantai Serangan, Bali, setelah menjalani proses rehabilitasi kesehatan.
- Penyu tersebut sebelumnya diselamatkan dari upaya penyelundupan di Buleleng oleh Polda Bali pada tanggal 10 Juni 2026.
- Pemerintah akan memperketat pengawasan perdagangan ilegal untuk melindungi kelestarian ekosistem laut sesuai dengan regulasi perlindungan satwa.
SuaraBali.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melepasliarkan 21 ekor penyu hijau (Chelonia mydas) yang sebelumnya diselamatkan dari jaringan penyelundupan satwa dilindungi di Bali.
Setelah menjalani rehabilitasi dan dinyatakan sehat, seluruh penyu akhirnya dikembalikan ke habitat alaminya di Pantai Serangan, Denpasar Selatan.
Pelepasliaran ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian penyelamatan satwa, mulai dari pengungkapan kasus penyelundupan, proses rehabilitasi, hingga pengembalian penyu ke laut sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut Indonesia.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, menegaskan pemerintah akan terus memperketat pengawasan terhadap perdagangan ilegal satwa laut yang dilindungi.
"KKP akan terus memperkuat pengawasan dan kolaborasi untuk menutup celah perdagangan ilegal biota perairan yang dilindungi," kata Koswara dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis 9 Juli 2026.
Kronologi Penyelamatan 21 Penyu Hijau
Kasus ini bermula dari operasi Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Bali yang menggagalkan dugaan penyelundupan penyu hijau di pesisir Pantai Pegametan, Desa Sumberkima, Kabupaten Buleleng, pada 10 Juni 2026.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 21 ekor penyu hijau dan menangkap seorang pria berinisial KS (67) yang diduga berperan sebagai tempat penyimpanan penyu sebelum dipasarkan secara ilegal.
Hasil penyidikan kemudian mengungkap adanya jaringan perdagangan satwa dilindungi.
Baca Juga: 6 Destinasi Wajib Bawa Anak di Bali: Dari Satwa Liar Sampai Wahana Air Seru!
Polisi menetapkan dua orang lainnya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) yang diduga berperan sebagai pemasok penyu dari Madura serta calon penadah yang akan menjual kembali satwa tersebut.
Jalani Karantina Sebelum Dilepas ke Habitat Alami
Setelah diselamatkan, seluruh penyu dievakuasi ke Turtle Conservation and Education Center (TCEC) untuk menjalani karantina, observasi, serta pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter hewan.
Proses rehabilitasi dilakukan untuk memastikan kondisi fisik penyu benar-benar pulih sehingga mampu bertahan hidup setelah kembali ke laut.
Setelah memperoleh rekomendasi teknis dan dinyatakan sehat, 21 penyu hijau akhirnya dilepasliarkan di Pantai Serangan, Denpasar Selatan, Bali, pada Selasa (7/7/2026).
Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Denpasar, Getreda, mengatakan seluruh tahapan penanganan dilakukan dengan mengedepankan prinsip konservasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Geopolitik Memanas, Indonesia Diam-Diam Jadi Rute Kabel Laut Yang Disayang Raksasa Teknologi Dunia
-
Bikin Ketar-ketir Menteri, Prabowo Todong Komitmen Proyek Listrik 100 GW
-
TPA Kebon Kongok Ditutup Desember 2026, Pemkot Mataram Siapkan "Jurus" Ini
-
Naskah Kuno hingga Keris Pusaka Ludes di Desa Adat Sade, Pemerintah Siapkan Rencana Pemulihan Total
-
Satu Dekade Menahan Rindu, BRI Pertemukan Yuni dengan Sang Ibu di Taiwan