- Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram menyiapkan langkah antisipasi menghadapi penutupan TPA Kebon Kongok pada Desember 2026.
- Pemerintah kota mengoptimalkan pengolahan sampah rumah tangga dan menyiapkan TPS Sandubaya sebagai lokasi penampungan alternatif sementara.
- Pemerintah berkoordinasi dengan Pemprov NTB guna membahas rencana pembukaan dan anggaran operasional landfill tiga baru.
SuaraBali.id - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyiapkan langkah strategis untuk mengantisipasi permasalahan penanganan sampah akibat rencana penutupan operasional landfill satu dan dua di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi, di Mataram, mengatakan, rencana penutupan operasional landfill satu dan dua TPA Kebon Kongok dijadwalkan Desember 2026, karena diprediksi penuh.
"Mulai sekarang, kami harus menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk menentukan lokasi alternatif penampungan sementara guna menghindari terjadinya penumpukan," katanya, Selasa 25 Agustus 2026.
Alternatif yang disiapkan antara lain di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sandubaya, seperti langkah sebelumnya saat terjadi penutupan TPA.
Selain itu, DLH juga mengoptimalkan gerakan pengolahan sampah dari sumber yakni dari rumah tangga, dengan melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik.
Untuk sampah organik, masyarakat diajak mengolah sampah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman di sekitar rumah.
Sedangkan sampah plastik, dapat dipilah kembali untuk jenis plastik yang memiliki nilai jual.
"Dengan upaya itu, volume sampah yang dibuang ke TPS bisa berkurang," katanya.
Selain itu, upaya yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait rencana pembukaan landfill baru atau landfill tiga.
Baca Juga: Sanksi Sosial Adat Ternyata Ampuh Buat Warga Bali Takut Bila Tak Disiplin Memilah Sampah
Dari informasi, landfill tiga tersebut memiliki luas lahan sekitar 3.500 meter per segi dan diprediksi dapat digunakan hingga 3-3,5 tahun ke depan.
Untuk membuka landfill baru itu, DLH Kota Mataram sudah berkoordinasi dengan provinsi baik itu terkait kesepakatan maupun kebutuhan anggaran operasional.
"Bahkan, rencananya pihak provinsi bersama para kepala daerah terkait kembali akan menggelar pertemuan guna menyepakati besaran nilai kompensasi pembuatan landfill baru tersebut," katanya.
TPA Kebon Kongok saat ini sudah menjadi TPA regional karena digunakan oleh dua daerah yakni Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.
Sementara aktivitas pengangkutan sampah di Kota Mataram, kata Denny, sampai saat ini masih berjalan normal sebanyak empat ritase setiap hari, dengan volume sampah mencapai sekitar 240-250 ton per hari.
"Kami berharap rencana pembangunan landfill baru bisa segera rampung agar ketika landfill dua dan tiga ditutup, landfill baru sudah ada sehingga kami tidak mencari lahan alternatif sementara," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Riset CELIOS: Purbaya Jadi Menteri Kinerja Terbaik, Bahlil Paling Buruk
Pilihan
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
Terkini
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, 1,06 Juta BRILink Agen Jadi Penggerak Literasi Keuangan
-
Berkedok Terapi Sakit Gigi, Pimpinan Ponpes Bergelar Tuan Guru di Sekotong Cabuli Santri
-
Antrean Mengular di SPBU Denpasar dan Badung, Polisi Turun Tangan, Gubernur Beri Penjelasan
-
BRI Dorong Ekonomi Lokal dan Sport Tourism Lewat MotoGP Mandalika 2026
-
Desa Adat Sade Bangkit dari Abu, 40 Rumah Adat Berhasil Dibangun Ulang