SuaraBali.id - Aktivitas para penghuni atau biasanya disebut “kelayan” di Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia Mandalika, Nusa Tenggara Barat tidak ada yang berbeda pada bulan Ramadan ini. Hanya saja, beberapa dari penghuni yang lain meminta untuk berkumpul dengan sanak saudara saat lebaran.
Para penghuni yang meminta untuk mudik lebaran tahun ini tidak terlalu banyak. Dari 80 orang penghuni panti ada sekitar 30 persen yang mudik lebaran. Para kelayan yang mudik lebaran karena masih ada sanak saudara yang dikunjungi.
Salah seorang kelayan di Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia Mandalika Provinsi NTB, Sayuti (80) mengatakan tidak mudik lebaran. Hal ini disebabkan karena sudah tidak ada keluarga yang bisa dikunjungi.
“Semua keluarga sudah meninggal. Jadi kalau mau mudik juga kita mau kunjungi siapa,” katanya Sabtu (6/4/2024) pagi.
Tinggal di panti jompo di bawah binaan Dinas Sosial ini katanya menjadi pilihan terakhir. Selain karena kebutuhan yang terpenuhi, ada teman seusianya yang bisa dijadikan sahabat di masa tuanya.
“Di sini kita makan tiga kali sehari, mengaji, shalat. Jadi untuk shalat Ied kita juga di sini,” tuturnya.
Sementara itu penghuni yang lain Suparman mengatakan juga memilih untuk tidak mudik lebaran. Meski keluarga masih ada tetapi tinggal di panti selama lebaran ini menjadi pilihan.
“Kalau mudik kita harus ada uang. Saya nggak ada uang makanya tidak mudik,” katanya.
Kasubag TU Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia Mandalika Provinsi NTB, Rudi Handoyo mengatakan bagi yang
Baca Juga: Momen Mudik 2024, Kenaikan Tarif Bus dari Bali ke Jatim Bisa Capai Rp 300 Ribu
mudik lebaran, sudah diantar oleh petugas untuk berkumpul dengan keluarga.
Nanti akan dijemput kembali pada tanggal 16 April pasca lebaran. Namun tidak banyak dari mereka yang balik ke panti lebih awal.
“Sekitar 3 atau empat hari mereka sudah ada yang diantar ke sini,” katanya.
Disebutkan, sekitar 20 an penghuni panti sakit sehingga membutuhkan perawatan khusus. Mulai dari mandi, minum, makanan hingga buang air membutuhkan bantuan petugas.
“Namanya orang tua yang sakit kita memandikan,” katanya.
Rata-rata puluhan penghuni panti tersebut berasal dari Pulau Lombok. Karena khusus di Pulau Sumbawa sudah ada panti jompo yang disiapkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Lima Tahun Holding Ultra Mikro, Jutaan UMKM Naik Kelas
-
Hiu Paus 8 Meter Terdampar di Pantai Pengeragoan, Mati dan Dikubur
-
Bule Geber Motor Depan Dirjen Imigrasi, Ketahuan Overstay Akhirnya Dideportasi dari Bali
-
Pura Desa Adat di Buleleng Terbakar, Beringin Berusia Ratusan Tahun Ikut Hangus
-
BRImo Taiwan Sabet Penghargaan Inovasi 2026, Permudah Transaksi PMI di Luar Negeri