Scroll untuk membaca artikel
Eviera Paramita Sandi
Kamis, 02 Desember 2021 | 17:33 WIB
Aktris Nia Ramadhani saat akan menjalani sidang kasus narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/12/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

SuaraBali.id - Aktris Nia Ramadhani telah menjalani sidang perdananya yang beragendakan dakwaan. Ia menghadiri sidang bersama suaminya, Ardi Bakrie dalam kasus narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/12/2021).

Tak hanya Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, sopir mereka sopir mereka ZN juga hadir dalam sidang tersebut. Dalam dakwaan disebutkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) bahwa Nia Ramadhani sempat didiagnosa mengalami gangguan psikis atas penggunaan narkotika.

“Rekomendasi BNN DKI diperoleh hasil bahwa Nia diagnosa F15 gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat stimulan lainnya atau sabu kategori situasional,” kata JPU.

Selain itu Nia Ramadhani juga direkomendasikan menjalani rawat jalan selama 3 bulan. Demikian dengan Ardi Bakrie yang juga didiagnosa gangguan psikis serupa.

Baca Juga: Sidang Perdana, Nia Ramadhani Dan Ardi Bakrie Berbaju Hitam Dikawal Banyak Bodyguard

Aktris Nia Ramadhani dan suaminya, Ardie Bakrie saat menjalani sidang kasus narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (2/12/2021). [Suara.com/Alfian Winanto]

“Ardi adalah penyalahguna narkotika perlu direhabilitasi medis dan sosial dengan tidak mengabaikan proses hukum yang berjalan. Rawat jalan di BNN DKI 3 bulan,” tuturnya.

Sedangkan sang sopir, ZV atau Zen Vivanto juga didakwa tiga bulan rehabilitasi rawat jalan. Mereka kompak mendapatkan hukuman yang sama atas kasus penyelahgunaan narkoba.

Nia Ramadhani dan suaminya, Ardi Bakrie serta sang sopir Zen Vivanto diduga melanggar Pasal 127 ayat 1 huruf a UU 35/2009 tentang Jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Ardi Bakrie dan Nia Ramadhani beserta sopirnya ZV dipindahkan dari Polres Metro Jakarta Pusat ke panti rehabilitasi pada 11 Juli 2021.

Sudah empat bulan tiga terdakwa itu menjadi rehabilitasi. Berdasarkan dakwaan jaksa, tiga tersangka itu seharusnya sudah melewati masa rehabilitasi di kawasan Bogor, Jawa Barat.

Namun, proses hukum masih tetap berjalan dan akan dilanjutkan pada 9 Desember 2021.

Load More