SuaraBali.id - Bupati Jembrana I Nengah Tamba meminta PT. Klin untuk menunda pembangunan pabrik pengolahan limbah medis di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara Jembrana. Hal itu agar tidak menganggu jalannya bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
Permintaan tersebut diungkapkan Bupati Tamba di sela-sela pemantauan vaksinasi massal untuk para buruh pengalengan ikan di Desa Pengambengan Selasa (04/05/2021).
"Secara normatif itu kan sudah berijin, tetapi saya akan memaklumkan nanti kepada perusahaan itu, dalam suasana hari raya ini tunda dulu lah membangun biar situasinya kondusif," ungkap Bupati Tamba dikutip dari BeritaBali --jaringan Suara.com, Rabu (6/5/2021).
Hal ini menurutnya berdasarkan kedatangan kelompok warga Desa Pengambengan yang kontra terhadap keberadaan pembangunan pabrik limbah medis B3 di Banjar Munduk ke Pemkab Jembrana.
Kelompok warga yang kontra dengan pembangunan pabrik limbah medis itu sempat datang kembali menemui Bupati Jembrana, tetapi ditolak karena tak dilengkapi surat pengajuan. Mereka cuma diterima Tim Kuasa Hukum Pemkab Jembrana.
"Selama ini saya tidak pernah ditemui Pihak PT Klin, mereka sama sekali belum pernah audensi akan dibangunnya pabrik limbah medis B3, dan saya sebagai kepala daerah hanya menginginkan situasi kondusif di Desa Pengambengan," ungkap Tamba.
Sementara salah satu pemilik pabrik pengalengan ikan Hendra Wijaya juga menyatakan keberatan terkait rencana pembangunan pabrik pengolahan limbah medis tersebut.
"Kalau saya sendiri kurang setuju dengan keberadaan pabrik limbah medis tersebut, dikarenakan jarak radiusnya hanya beberapa kilo saja, sedangkan di Desa Pengambengan ini ada banyak perusahaan makanan pengalengan ikan, jadikan itu pasti berdampak sangat berbahaya untuk industri makanan," ungkapnya.
Menurut Hendra, kalau bisa ijin yang sudah dikeluarkan pemerintah untuk dikaji kembali, karena kedepan pasti ada yang dikorbankan, seperti pabrik pabrik pengalengan ikan yang sudah lama berproduksi.
Baca Juga: Pasien COVID-19 Afrika Selatan di Bali Meninggal Dunia
Berita Terkait
-
Terjepit Besi Tower, Tangan Pekerja di Jembrana Hampir Putus
-
Sanksi Tilang dan Pidana Bagi Travel Gelap yang Nekat Angkut Pemudik
-
Geger Konsultan Perawat Tewas Gantung Diri, Motif Masih Misterius
-
Lembar Sejarah Pulau Dewata, Ini Profil 10 Gubernur Bali
-
Terkuak! 2 Virus COVID-19 Baru Masuk Bali, Jenis Afrika Selatan dan Inggris
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Warga Buleleng Temukan Trenggiling Langka di Pantai, Begini Penampakannya
-
Bongkar Korupsi Jumbo! Kejati NTB Bidik 3 Kasus Sekaligus di Bank Daerah
-
Pengamat: Transformasi Danantara Berpotensi Perkuat Kontribusi Pajak BRI ke Negara
-
Digerebek di Denpasar, Pria Ini Simpan Ekstasi dan 5 Senpi Rakitan di Ruang Tamu
-
Rekonstruksi Pembunuhan Mahasiswi di Mataram: Begini Perjalanan Tersangka Usai Habisi Korban