- Polda NTB menetapkan warga negara Selandia Baru berinisial RMS sebagai tersangka kasus eksploitasi seksual terhadap tiga warga lokal.
- Penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik menemukan dua alat bukti sah dari hasil gelar perkara di Mataram.
- Tersangka kini ditahan di Mapolda NTB sementara penyidik merampungkan berkas perkara untuk segera dilimpahkan kepada pihak kejaksaan.
Perihal keberadaan terlapor, BKBH Unram turut melakukan pemantauan. Yang bersangkutan masih berada di wilayah Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, hotel miliknya yang berinisial SF.
"Pelaku (RMS) masih di Sekotong," kata Joko.
BKBH Unram memberikan pendampingan hukum berangkat dari aduan pelapor. Mereka datang ke BKBH Unram dan menceritakan tentang perbuatan terlapor.
Dari tiga terduga korban, salah seorang di antaranya pria. Mereka bertiga diajak tenggelam dalam dunia fantasi seksual terlapor.
Baca Juga:Lombok Tengah Dukung Penutupan Sementara MBG Saat Libur Sekolah
Salah seorang korban perempuan, mengaku kenal terlapor cukup lama. Bahkan, dia sempat diajak menikah. Karena menganggap ajakan itu sebagai sebuah hubungan yang serius, korban perempuan mengajak terlapor bertemu dengan dua rekannya yang juga korban.
Saat mereka bertemu, terlapor memaksa para korban untuk berhubungan badan secara bersama-sama. Istri terlapor yang juga bule ikut dalam fantasi seksual tersebut.
BKBH Unram mencatat peristiwa itu terjadi pada medio Juli dan September 2025. Korban mengaku fantasi seksual itu sempat didokumentasikan terlapor.
BKBH Unram pun menyatakan telah mengantongi bukti tersebut dalam bentuk video.
Baca Juga:Uang Palsu Beredar di Lombok, Ini Wajah Pelaku yang Ditangkap