- Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mendukung kebijakan Badan Gizi Nasional menutup sementara dapur program makan bergizi selama libur sekolah.
- Satgas MBG terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh dapur guna memastikan kepatuhan regulasi penyaluran kepada para penerima manfaat.
- Sebanyak 175 dari 192 titik layanan di Lombok Tengah telah beroperasi mendukung ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat desa setempat.
SuaraBali.id - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat mendukung penutupan sementara dapur program makan bergizi gratis (MBG) pada libur sekolah tahun ajaran 2026.
"Kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN) untuk penutupan sementara penyaluran program MBG pada libur sekolah itu sangat bagus, untuk efisiensi dan evaluasi program peningkatan kualitas," kata Asisten II Setda Lombok Tengah Lalu Rinjani di Lombok Tengah, Selasa (23/6).
Ia mengatakan pada libur sekolah saat ini masyarakat tidak perlu datang ke sekolah hanya untuk mengambil menu MBG tersebut.
"Penyaluran MBG di Lombok Tengah tetap sesuai kebijakan dari BGN," katanya.
Baca Juga:Ribuan Relawan Makan Bergizi Gratis di NTB Demo Turun ke Jalan
Ia mengatakan pihaknya selaku satgas MBG tetap melakukan monitoring dan evaluasi ketika ada laporan dari masyarakat terkait program MBG.
"Jika ada dapur MBG yang tidak sesuai regulasi, kami rekomendasikan untuk dilakukan suspend atau penutupan sementara," katanya.
Ia juga menekankan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk tetap memberdayakan masyarakat lokal serta potensi yang ada di desa setempat, agar program MBG ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Pemberdayaan masyarakat setempat harus tetap menjadi prioritas," katanya.
Ia mengatakan dari 192 SPPG di 12 kecamatan di Lombok Tengah, yang telah beroperasi sebanyak 175 titik, sehingga ada 17 titik yang belum beroperasi.
Baca Juga:Polisi Minta Pandangan Ahli Pidana Terkait Kasus Pembakaran Santri
"Jumlah penerima manfaat mencapai 444 ribu baik itu pelajar maupun ibu hamil dan menyusui," katanya.