- Nanik S. Deyang menggantikan Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional untuk memastikan operasional program makan bergizi terus berjalan.
- Ketua Satgas MBG Provinsi NTB memastikan pergantian pimpinan tersebut tidak mengganggu sistem dan kelancaran layanan di daerah.
- Pemerintah melakukan efisiensi dengan mengurangi anggaran program menjadi Rp268 triliun tanpa menurunkan kualitas serta porsi makanan bagi penerima.
“Kita belum tahu ini dampak dari pergantian ini,” katanya.
Di sisi lain, pengurangan anggaran program MBG dari pagu awal Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun.
Dimana, pengurangannya mencapai Rp67 triliun dan dipastikan tidak mengurangi kualitas makanan yang akan didistribusikan kepada penerima.
“Untuk porsi itu tetap. Misalnya porsi besar Rp15 ribu dan kecil Rp13 ribu,” katanya.
Baca Juga:Lima Jamaah Haji NTB Meninggal di Arab Saudi
Pengurangan anggaran ini juga berpengaruh ke daerah. Dampak dari pengurangan ini volume pendistribusian.
Biasanya, MBG didistribusikan selama enam hari berkurang menjadi lima hari. Selain itu, selama hari libur juga tidak didistribusikan.
“Itu bentuk efisiensi. Kalau pendistribusian ke wilayah itu juga belum tahu,” katanya.
Kontributor : Buniamin
Baca Juga:Susu Formula dalam Program Makan Bergizi Gratis, IDI: Jangan Sampai Menggantikan ASI