Dari Pekerja Migran Jadi Pengusaha, Rosyidah Kembangkan UMKM Olahan Hasil Laut Bersama BRI

Eks PMI asal Indramayu, Rosyidah, sukses mengembangkan usaha olahan laut C'milzea berkat pelatihan dan KUR BRI. Kini usahanya maju dan mampu memberdayakan nelayan setempat.

Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani
Kamis, 16 Juli 2026 | 19:59 WIB
Dari Pekerja Migran Jadi Pengusaha, Rosyidah Kembangkan UMKM Olahan Hasil Laut Bersama BRI
Produk olahan hasil laut bermerek C'milzea yang dikembangkan Rosyidah di Indramayu, Jawa Barat. Produk ini menjadi salah satu contoh pengembangan UMKM setelah mengikuti pelatihan BRI Peduli dan memperoleh akses pembiayaan KUR BRI. (Dok. BRI)

SuaraBali.id - Empat tahun bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia tidak membuat Rosyidah berhenti bermimpi. Sepulang ke kampung halamannya di pesisir Indramayu, Jawa Barat, ia melihat potensi besar dari hasil laut yang melimpah dan mengubahnya menjadi peluang usaha melalui produk olahan hasil laut bermerek C'milzea.

Perjalanan membangun usaha tidak selalu berjalan mulus. Melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran Indonesia dari BRI Peduli, Rosyidah mendapatkan pengetahuan, memperluas jejaring, serta meningkatkan kepercayaan diri untuk mengembangkan usahanya. Ia juga memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebagai tambahan modal untuk memperbesar skala bisnis.

Kini, usaha Rosyidah terus berkembang. Variasi produk bertambah, penjualan meningkat, sekaligus membuka peluang penghasilan bagi ibu-ibu nelayan di lingkungan sekitarnya.

"Alhamdulillah, KUR BRI yang saya terima benar-benar saya gunakan untuk mengembangkan usaha, mulai dari membeli bahan baku hingga menambah stok produk. Dengan adanya KUR, saya tidak lagi kesulitan saat membutuhkan modal untuk memenuhi permintaan pelanggan. Saya sangat bersyukur karena usaha saya semakin berkembang dan penjualan pun meningkat," kata Rosyidah.

Baca Juga:Menembus Pelosok Desa, Kiprah Mantri BRI Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Peningkatan itu terlihat dari penjualan produk Baby Crispy yang sebelumnya rata-rata sekitar 50 kemasan per periode, kini meningkat menjadi sekitar 70 hingga 100 kemasan. Produk yang semula hanya satu jenis juga berkembang menjadi tiga varian.

Kisah Rosyidah menjadi salah satu contoh upaya BRI dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pelatihan dan akses pembiayaan. Bagi BRI, pemberdayaan tidak hanya menghadirkan akses permodalan, tetapi juga membuka kesempatan berusaha, menggerakkan ekonomi kerakyatan, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini