- Kepala SMP Wisata Sanur Ida Ayu Krisna Ari memprotes temuan tumpukan sampah kiriman di area sekolahnya.
- Oknum tidak dikenal diduga sengaja membuang sampah dari jalan raya ke dalam lingkungan sekolah pada malam hari.
- Pihak Kelurahan Sanur kini turun tangan menindaklanjuti aksi pembuangan sampah sembarangan yang mencemari area sekolah tersebut.
SuaraBali.id - Kepala Sekolah SMP Wisata Sanur, Ida Ayu Krisna Ari murka melihat kondisi sekolahnya yang penuh dengan sampah kiriman.
Sejumlah kantong plastik berukuran besar tergeletak didepan area sekolah. Ida juga menunjukkan secara jelas tumpukan sampah di pinggir jalan raya tersebut.
“Ini kita berada diareal belakang sekolah, tembus ke halte yang di Bypass Ngurah Rai. Jadi oknum pembuang sampah itu sepertinya naik mobil buang-buang sembarangan,” ucapnya, dikutip dari instagram @dayukrisnaari.
Melalui sosial media instagramnya @dayukrisnaari, Ida membagikan momen yang membuatnya geram tersebut.
Baca Juga:Desa Wisata Jadi Tempat Pembuangan Sampah: Jeritan Warga Penarungan Viral
Bukan hanya didepan pagar sekolah saja, Ida juga menemukan tumpukan sampah sebanyak 6 kantong plastik besar didalam area sekolah.
Sampah – sampah itu terlihat sengaja dilempar oleh oknum pembuang sampah sembarangan dan dilakukan dimalam hari.
“Ini sampah-sampah ada diluar berserakan, sampailah masuk ke dalam areal sekolah, dilempar. Ya allah parah ini orang-orang” ungkapnya.
Ida sangat menyayangkan hal ini, pasalnya SMP Wisata Sanur diakuinya sebagai salah satu sekolah yang sudah berhasil mengelola sampah dengan baik.
Bahkan, sekolah tersebut sudah memilah – milah sampah berdasarkan jenisnya, seperti sampah organik dan sampah anorganik.
Baca Juga:Warga Bali Keluhkan Asap Bakar Sampah Ganggu Istirahat, Ini Bahayanya untuk Kesehatan
“Kita di SMP Wisata Sanur lo mengelola sampah dengan baik, ini kok ada sampah kiriman ini ya, malam-malam ya,” ucap Ida.
“Ini dilempar dari luar, wadoh ini kok kayak gini ini, siapa ini yang tanggung jawab sekarang ini,” sambungnya.
Melihat situasi sekolahnya yang kini penuh dengan sampah kiriman tak bertuan, Ida mengaku kesal.
Pihaknya juga tidak bersedia jika harus bertanggung jawab mengelola sampah yang bukan miliknya.
“Disini udah mengelola sampah dengan baik, terpilah ini, ini malah ada oknum dari luar yang buang sampah lewat jalan raya,” kata Ida.
“Terus kita lapornya kemana ini kalau kayak gini ini? saya nggak mau kalau mengelola sampah orang lain ini,” tambahnya.