MUI: Muslim Wajib Jaga Keheningan Saat Umat Hindu Rayakan Nyepi

Waketum MUI menekankan Indonesia merupakan negara Pancasila

Muhammad Yunus
Kamis, 19 Maret 2026 | 22:22 WIB
MUI: Muslim Wajib Jaga Keheningan Saat Umat Hindu Rayakan Nyepi
Ilustrasi pawai takbiran [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Waketum MUI Cholil Nafis mengimbau Muslim tidak mengganggu ibadah Nyepi umat Hindu di Indonesia.
  • Ia meminta umat Muslim yang akan takbiran mengurangi penggunaan pengeras suara demi kenyamanan Nyepi.
  • Menteri Agama mengajak semua pihak jadikan Nyepi momentum memperkuat persaudaraan di tengah Ramadhan.

SuaraBali.id - Wakil Ketua Umum, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengimbau kepada seluruh muslimin Indonesia, khususnya kepada yang tinggal berdekatan dengan masyarakat Hindu agar tidak menjadikan Ramadhan dan Idul Fitri sebagai hal yang mengganggu ibadah Nyepi.

"Kita harus memberikan ruang yang sama untuk merayakan dan melaksanakan ibadah. Bagi saudara-saudara yang melakukan Nyepi, kita Muslim tidak boleh mengganggu," katanya ditemui di Jakarta, Kamis (19/3).

Waketum MUI menekankan Indonesia merupakan negara Pancasila, dengan sila pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa", yang menjamin seluruh umat untuk menjalankan syariat agamanya masing-masing.

Ia mengimbau kepada umat Muslim, khususnya yang tinggal di wilayah Bali dan akan melaksanakan takbir pada malam ini agar tidak melaksanakannya dengan pengeras suara yang berlebihan.

Baca Juga:Intip 5 Makanan Khas Bali yang Wajib Ada Saat Nyepi

"Demikian juga teman-teman kita yang mau takbir, ya takbir, tapi tidak bagi pengeras yang besar, sehingga tidak mengganggu saudara-saudara kita yang sedang melakukan Nyepi," ujarnya.

"Bisa dilakukan dengan dialog, diatur dengan yang baik, sehingga bisa melaksanakan ibadah dengan nyaman, maksimal, Indonesia yang damai dan sejahtera," tutur Cholil Nafis.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan merawat harmoni di tengah keberagaman.

Menag mengatakan perayaan Nyepi tahun ini terasa istimewa, karena berlangsung dalam suasana bulan suci Ramadhan serta berdekatan dengan Idul Fitri 1447 H.

Ia menilai pertemuan dua momentum keagamaan tersebut menjadi simbol kuat nilai kebersamaan lintas iman.

Baca Juga:2.000 Paket dari BRI Warnai Hari Raya Nyepi 1948 Saka di Desa Angseri dan Sarimekar

"Ini bukan sekadar kebetulan, melainkan pengingat bahwa kita berada dalam satu semangat Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga," ucap Nasaruddin Umar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini