5 Tahap Proses Pembuatan Ogoh-Ogoh yang Bikin Jantung Berdebar

Festival Ogoh Ogoh saat Nyepi mampu menarik perhatian

Muhammad Yunus
Minggu, 15 Maret 2026 | 10:29 WIB
5 Tahap Proses Pembuatan Ogoh-Ogoh yang Bikin Jantung Berdebar
Ogoh – ogoh menjadi tradisi budaya yang paling dinanti saat Nyepi [SuaraBali.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Tradisi Ogoh-ogoh Bali berasal dari kata "ogah-ogah" yang melambangkan Bhuta Kala atau energi negatif alam semesta.
  • Kemunculan tradisi ini sekitar akhir 1970-an hingga awal 1980-an, berevolusi dari pererai sederhana menjadi patung raksasa modern.
  • Pengarakan dan pembakaran Ogoh-ogoh melambangkan penetralisiran energi negatif sebelum umat Hindu menyambut Hari Raya Nyepi.

SuaraBali.id - Perayaan Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Saka sudah menjadi tradisi umat Hindu yang dilakukan setiap tahunnya.

Membahas soal Nyepi, pasti tidak jauh dengan tradisi Ogoh – ogoh. Bahkan, kini momen festival Ogoh – Ogoh saat Nyepi yang mampu menarik perhatian.

Bukan hanya penduduk lokal saja, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Pulau Bali pun tertarik melihatnya.

Bagaimana asal usul adanya sebutan ogoh – ogoh ini, hingga akhirnya menjadi sebuah festival yang menarik perhatian?

Baca Juga:Bali Tutup Total Jalur Mudik 24 Jam Saat Nyepi, Pemudik Bisa Titip Kendaraan di Sini

Di Pulau Bali, ogoh – ogoh menjadi tradisi budaya yang paling dinanti. Pasalnya, bukan hanya sekedar patung raksasa yang diarak, namun dibaliknya terdapat makna yang mendalam.

Ogoh – ogoh ini berasal dari kata “ogah – ogah” yang berarti mengguncang. Patung/boneka raksasa ini diartikan sebagai sosok yang melambangkan Bhuta Kala.

Bhuta Kala sendiri merupakan simbol kekuatan – kekuatan negatif di alam semesta, baik itu roh jahat, sifat – sifat buruk manusia, maupun segala sesuatu yang mengganggu keseimbangan dan keharmonisan hidup.

Kemunculan tradisi ogoh – ogoh ini sekitar akhir tahun 1970-an hingga awal 1980 an. Awalnya, Masyarakat Hindu Bali memiliki tradisi mengarak pererai (pajangan) saat upacara Bhuta Yadnya.

Namun, bentuknya masih sangat sederhana dan belum semegah ogoh – ogoh modern seperti saat ini.

Baca Juga:PWNU Imbau Umat Muslim di Bali Tarawih dan Takbiran di Rumah Saat Nyepi: Tidak Mengurangi Pahala

Masyarakat Bali akhirnya terinspirasi dari tradisi Barong Landung atau patung – patung raksasa dalam tradisi Tionghoa yang ada di Bali.

Mulanya, para pemuda Bali menggunakan bahan tradisional yang mudah dicari seperti bambu dan kertas.

Namun, kini seiring berjalannya waktu, pemuda – pemuda Bali lebih kreatif dan inovatif dalam membuat ogoh – ogoh. Seperti menggunakan Styrofoam, gabus, hingga serat fiber untuk menciptakan detail yang sempurna.

Bahkan, kini ogoh – ogoh hadir bukan hanya sebagai karya 3 dimensi saja, melainkan dibuat seperti hidup dengan gerakan tangan, mata hingga mulutnya.

Tahapan Membuat Ogoh – ogoh

1. Perencanaan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini