- Sertifikat tanah dari BPN adalah bukti kepemilikan aset properti yang keasliannya harus dipastikan karena maraknya pemalsuan.
- Pengecekan keaslian dapat dilakukan langsung di kantor BPN, melalui aplikasi Sentuh Tanahku, atau dengan pemeriksaan fisik dokumen.
- Verifikasi mencakup kesesuaian data pemilik, status hukum tanah, serta kejelasan nomor seri dan kualitas cetakan sertifikat.
2) Daftar akun menggunakan email
3) Masukkan data sertifikat
4) Lihat informasi status dan detail tanah
4. Pastikan Status Hukumnya
Baca Juga:Ini Rincian Biaya Lengkap Mengurus Sertifikat Hak Milik yang Sering Bikin Penasaran
Bukan hanya memastikan sertifikat terdaftar, namun juga perlu memastikan status hukumnya.
Beberapa hal yang dicek yakni, apakah tanah sedang dalam sengketa, apakah sedang dijadikan jaminan kredit, dan apakah terkena blokir atau sita.
5. Cocokkan Identitas Pemilik
Nama pemilik yang tercantum di sertifikat juga harus sesuai dengan identitas penjual. Hal – hal yang perlu diperhatikan yakni:
1) KTP pemilik sesuai dengan nama di sertifikat
Baca Juga:4 Bencana Mengintai Jika Properti Anda Belum Bersertifikat SHM
2) Jika diwakilkan, harus ada surat kuasa resmi
3) Jika warisan, pastikan ada dokumen ahli waris yang sah
Untuk keamanan tambahan, agar sertifikat anda terhindar dari kasus penipuan ataupun dokumen palsu, sebaiknya gunakan jasa PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) atau Notaris. Dengan bantuan professional, risiko kesalahan bisa diminimalkan.
Agar lebih waspada, kenali ciri – ciri sertifikat tanah yang palsu dan patut dicurigai:
1) Data tidak terdaftar di BPN
2) Nomor sertifikat tidak sesuai sistem