Gubernur: NTT Jadi Pusat Studi Bahasa Mandarin Wilayah Timur Indonesia

Melki Laka Lena mengatakan provinsi berbasis kepulauan itu ditunjuk menjadi pusat studi Bahasa Mandarin

Muhammad Yunus
Senin, 24 November 2025 | 14:18 WIB
Gubernur: NTT Jadi Pusat Studi Bahasa Mandarin Wilayah Timur Indonesia
ilustrasi belajar bahasa mandarin (Istockphoto.com)
Baca 10 detik
  • Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengumumkan NTT ditunjuk pusat studi Bahasa Mandarin Indonesia Timur.
  • Penunjukan ini merupakan hasil kunjungan kerja ke Tiongkok terkait penguatan kerja sama dan beasiswa.
  • CLEC Kementerian Pendidikan Tiongkok menyatakan dukungan penuh untuk rencana pusat pembelajaran Bahasa Mandarin di NTT.

SuaraBali.id - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengatakan provinsi berbasis kepulauan itu ditunjuk menjadi pusat studi Bahasa Mandarin untuk wilayah Indonesia Timur.

"Ke depan nantinya Papua, Maluku, dan NTT, akan berpusat di NTT sebagai sentra pembelajaran Bahasa Mandarin," katanya di Kupang, Senin (24/11), ketika ditanya terkait hasil kunjungan kerjanya ke China pekan lalu untuk memenuhi undangan dari Pemerintah China melalui Konsul Jenderal (Konjen) China di Bali.

Melki mengatakan kehadirannya di China juga bertepatan dengan konferensi bahasa tingkat dunia yang diselenggarakan di negara itu.

Fokus utama dalam kunjungan, kata dia, adalah penguatan kerja sama, salah satunya program Bahasa Mandarin dan rencana pemberian beasiswa, pertukaran tenaga pengajar bersama JXSTNU, Universitas Nusa Cendana Kupang, serta Universitas Pertahanan RI di Kabupaten Belu.

Baca Juga:Kredit Fiktif Bank BUMN di NTT, 8 Orang Jadi Tersangka

Terkait Bahasa Mandarin, pihaknya akan akan melaporkan sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

"Kita akan koordinasikan dengan pemerintah pusat terkait pusat Bahasa Mandarin itu dan ini tentu bagus buat kita di NTT," ujar Melki Laka Lena.

Melki juga menambahkan Center for Lenguage and Education Cooperation (CLEC) Kementerian Pendidikan China juga menyatakan dukungannya terkait hal tersebut.

"Pihak CLEC menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana NTT membangun pusat Bahasa Mandarin itu," ujar Gubernur Melki Laka Lena

Hal ini menurut pihak CLEC, kata dia, dapat mendorong peningkatan jumlah penutur Bahasa Mandarin di Indonesia, khususnya di wilayah NTT.

Baca Juga:Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Bandara Maumere Ditutup

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini