Cuaca Panas, Gerah Dan Pengap Landa Manggarai Barat, Masyarakat Diminta Banyak Minum

Cuaca panas melanda Manggarai Barat akibat ekuinoks dan kelembapan tinggi. BMKG imbau masyarakat minum air putih, pakai pakaian nyaman, dan batasi aktivitas luar ruangan.

Eviera Paramita Sandi
Rabu, 24 September 2025 | 10:00 WIB
Cuaca Panas, Gerah Dan Pengap Landa Manggarai Barat, Masyarakat Diminta Banyak Minum
Ilustrasi minum air putih di saat cuaca panas (freepik.com/freepik assets)
Baca 10 detik
  • Manggarai Barat dilanda cuaca panas akibat ekuinox
  • Semakin lama udara semakin panas
  • Masyarakat diminta banyak konsumsi air putih 

SuaraBali.id - Cuaca panas melanda Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Hal ini pun membuat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat supaya memperbanyak minum air putih dalam menghadapi cuaca panas yang melanda wilayah itu.

"Pastikan ketercukupan cairan tubuh dengan  cukup minum air putih," kata Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Maria Seran dihubungi di Labuan Bajo, Selasa (23/9/2025).

Air putih disebut bisa menjaga warga tetap sehat dan terhidrasi saat cuaca panas.

Baca Juga:Surat Undangan Perang Terbuka Gegerkan Warga di Alor, Pemuda Diminta Jangan Terpancing

Cuaca panas di Manggarai Barat ini terjadi karena posisi matahari atau garis semu matahari tepat berada di atas khatulistiwa.

Fenomena ini disebut ekuinoks, yang menandai peralihan musim dari kemarau menuju musim hujan.

Walaupun fenomena ekuinox ini tidak berbahaya dan merupakan sesuatu yang alamiah tiap tahunnya atau dua kali dalam setahun, kata dia, sinar matahari jatuh tegak lurus ke permukaan bumi. Namun akhir-akhir ini terasa sangat panas.

Suhu udara terasa lebih panas ini karena kelembapan udara yang mulai tinggi, hal ini membuat udara terasa lebih gerah dan pengap.

Sementara itu tutupan awan dalam tiga hari terakhir juga berkurang, sehingga panas semakin terasa langsung di permukaan.

Baca Juga:Wagub Bali Khawatir Prakiraan Cuaca Kadang Tak Tepat di Masa Peralihan Musim

"Jadi gerahnya udara bukan karena ekuinox, melainkan karena suhu tinggi sekitar 31-32 derajat Celcius dengan kelembapan udara pada siang hari berkisar 60-65 persen. Nah, kondisi ini membuat keringat sulit menguap, sehingga kemampuan tubuh untuk mendingin berkurang," katanya.

Menurutnya cuaca ini bisa mengakibatkan masyarakat merasa lebih panas, gerah, dan mudah lelah.

"Diimbau juga agar mengenakan pakaian yang nyaman dan batasi aktivitas berat di siang hari, terutama di luar ruangan," kata Maria Seran. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini