Terkikis Air Laut, Jalur Pejalan Kaki Pantai Kuta Rusak 178 Meter

Abrasi merusak 178m jalur pejalan kaki Kuta. PUPR Badung lakukan penanganan darurat, perbaikan permanen tunggu proyek mitigasi abrasi BWS.

Eviera Paramita Sandi
Senin, 10 November 2025 | 16:18 WIB
Terkikis Air Laut, Jalur Pejalan Kaki Pantai Kuta Rusak 178 Meter
Walkway Pantai Kuta, Badung, Bali [Istimewa/beritabali.com]
Baca 10 detik
  • Dinas PUPR Badung mencatat 178 meter jalur pejalan kaki di Pantai Kuta rusak akibat abrasi.
  • Penanganan sementara dilakukan dengan merapikan area rusak memakai pasir sambil menunggu ombak tenang.
  • Perbaikan permanen akan dilakukan setelah proyek penanganan abrasi oleh BWS Bali-Penida selesai.

SuaraBali.id - Kerusakan jalur pejalan kaki sepanjang 178 meter di Pantai Kuta akibat abrasi kini menjadi fokus utama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung.

Tim teknis telah memetakan skala kerusakan dan memulai langkah-langkah darurat untuk mencegah dampak yang lebih luas, namun perbaikan permanen masih menghadapi tantangan besar dari alam.

Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Badung, Anak Agung Rama Putra, mengonfirmasi luasnya area yang terdampak setelah dilakukan pengukuran di lapangan.

"Hasil pengukuran tim teknis kami, sepanjang 178 meter (rusak). Instruksi pimpinan (Bupati Badung), sementara kami merapikan dulu walkway yang terdampak arus gelombang," ujar Anak Agung Rama Putra pada Minggu (9/11/2025).

Baca Juga:Masih Ada Kesempatan Hingga Hari Ini, 5 Ribu Lebih Lowongan Kerja Dibuka untuk Warga Bali

Sebagai respons awal, alat berat seperti eskavator telah dikerahkan sejak Sabtu untuk menambal dan merapikan bagian-bagian yang terkikis dengan pasir.

Titik kerusakan terparah diidentifikasi berada di segmen strategis yang ramai dilalui wisatawan.

"Jika disesuaikan posisinya, patokannya mulai dari depan Beach Walk ke selatan. Di sana pusat rusak parahnya," katanya.

Analisis teknis menyimpulkan bahwa penyebab utama kerusakan adalah fondasi beton yang terkikis oleh dinamika arus laut yang sulit diprediksi.

"Analisis Tim teknis, akibat arus gelombang pantai keras dan berubah-ubah," cetusnya.

Baca Juga:Dari Hukuman Mati ke Kebebasan: Kisah Lindsay Sandiford Habiskan Masa Tua di Lapas Kerobokan Bali

Meskipun penanganan sementara terus berjalan, PUPR Badung belum bisa menentukan jadwal pasti untuk perbaikan total.

Faktor utama yang menjadi kendala adalah kondisi gelombang laut yang tidak menentu.

Lebih lanjut, solusi jangka panjang untuk menata kembali walkway tersebut akan sangat bergantung pada proyek penanganan abrasi yang lebih besar.

"Kebetulan ada kegiatan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, berupa pembuatan beberapa breakwater dan proyek pengisian pasir. Saya kira selesai kegiatan itu, barulah kami bisa tata kembali," tutupnya, mengisyaratkan bahwa perbaikan permanen baru akan efektif setelah proyek mitigasi dari BWS rampung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini