Jokowi Terpaksa Gabung PSI? Pengamat Ungkap Alasan Mengejutkan di Balik Pilihan Sulitnya

Ray Rangkuti menilai Jokowi memilih PSI karena partai besar tak sepenuhnya menerima. Kekhawatiran ditinggalkan seperti PDIP jadi alasan.

Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 08:27 WIB
Jokowi Terpaksa Gabung PSI? Pengamat Ungkap Alasan Mengejutkan di Balik Pilihan Sulitnya
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (setneg.go.id)
Baca 10 detik
  • Jokowi sulit bergabung partai besar; Golkar menjauh, PPP menolak.
  • Partai besar enggan terima Jokowi khawatir ditinggalkan seperti PDIP.
  • Jokowi dipaksa jadi politisi harian demi lindungi karier politik anak-anaknya.

SuaraBali.id - Pengamat Politik Lingkar Madani, Ray Rangkuti membaca alasan – alasan kecil Presiden ke 7, Joko Widodo (Jokowi) yang akhirnya memutuskan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menurut Ray, Jokowi mengakui bahwa tidak semudah itu bergabung dengan partai – partai besar.

“Sekarang pada kenyataannya tidak ada pilihan lagi. Dulu kita menganggap akan ke Golkar, tapi ternyata Golkar semakin menjauh dari Pak Jokowi. Kita mendengar juga Pak Jokowi diundang masuk ke PPP, tapi ujung – ujungnya Pak Jokowi bilang ‘ya sudahlah saya di PSI saja’,” terang Ray, dikutip dari youtube Bambang Widjojanto, Jumat (10/10/25).

“Pak Jokowi juga melihat bahwa ternyata tidak terlalu cukup berwibawa lagi mengandalkan kekuatan politiknya untuk berdialog dengan banyak orang. Mereka (Partai besar) memang membutuhkan Pak Jokowi, tetapi tidak boleh merusak AD ART nya,” imbuhnya.

Baca Juga:Bisa Dapat Gelar S1 Dalam 3 Tahun Saja, Subhan Palal Sebut IQ Gibran Tinggi

Selain itu, Ray juga menyebut bahwa partai – partai besar yang diduga tidak menerima kehadiran Jokowi ini lantaran khawatir ditinggalkan begitu saja.

Hal ini berkaitan dengan jejak politik Jokowi yang meninggalkan PDIP, sebagai partai perjuangannya dari nol.

Sehingga dari alasan itulah, menurut Ray partai yang bersedia menerima Fisik hingga segala macam pikiran Jokowi hanyalah PSI.

“Nah faktor ketiganya kan semua orang merekam rekam jejak politiknya Pak Jokowi. Kalau orang yang membawa dari nol bisa anda tinggalkan, ya apalagi kita kan (partai – partai),” ungkap Ray.

“Kenapa akhirnya (memilih PSI) ya nggak ada lagi yang bisa berlabuh, kalau Cuma berlabuh ya jadi anggota biasa. Makanya beliau (Jokowi) ya nggak ada pilihannya, kecuali ke PSI,” imbuhnya.

Baca Juga:Selamat Ginting Ungkap Tak Hadirnya Jokowi di HUT TNI Adalah Karena Sadar Bukan Panggungnya

Ray mengungkapkan bahwa setelah jabatan Jokowi sebagai Presiden selesai, pilihannya hanya 2 yakni negarawan dan politisi harian.

Sementara itu, Jokowi menurut Ray dipaksa kenyataan untuk memilih sebagai politisi harian.

“Kemudian pertanyaannya Kenapa sih Pak Jokowi harus berpartai lagi? Kan ada 2 pilihannya, menjadi negarawan atau menjadi politisi harian,” ujarnya.

“Saya kira beliau (Jokowi) dipaksa oleh kenyataan untuk tetap menjadi politisi harian, bukan negarawan,” sambungnya.

Pilihan yang harus diambil Jokowi sebagai politisi harian ini menurut Ray karena pihaknya harus melindungi anak – anaknya yang sudah terjun ke dunia politik.

Kontributor : Kanita

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini