- Refly Harun: Kebijakan Prabowo tak tertebak, bisa kompromi "Geng Solo", ingin kuasai BUMN.
- Prabowo lantik 2 wamen baru: Akhmad Wiyagus (Wamendagri) dan Benjamin Paulus (Wamenkes).
- Prabowo lantik Kepala/Wakil Kepala BP BUMN: Dony Oskaria, Aminudin Ma'ruf, Teddy Barata.
SuaraBali.id - Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menyebut bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden Prabowo Subianto tidak bisa ditebak.
Salah satunya yakni kebijakan dalam pemilihan orang – orang yang menjadi kepercayaannya untuk menjabat di Kabinet Merah Putih.
Menurut Refly, Prabowo jauh dari apa yang sudah dipikirkan olehnya.
“Kita harus siap – siap saja dengan analisis bahwa Prabowo bukanlah seperti yang kita pikirkan,” ujar Refly, dikutip dari youtubenya, Kamis (9/10/25).
Baca Juga:Jokowi Gelisah? Rocky Gerung Ungkap Dugaan Alasan Pertemuan Mendadak dengan Prabowo
Refly mengungkapkan bahwa Prabowo adalah sosok yang masih bisa diajak kompromi oleh Presiden ke 7, Joko Widodo (Jokowi).
Namun kompromi yang disebut oleh Refly penuh dengan tanda kutip, dimana tidak semudah itu bernegosiasi dengan Prabowo.
“Prabowo adalah presiden yang mau berkompromi dengan ‘Geng Solo’. Atau kalau ingin menunjuk orang – orangnya, iya butuh waktu lama negosiasinya. Hasan Nasbi dihilangkan, tapi dimasukkan ke Pertamina, haha. Mungkin Hasan Nasbi lebih bersyukur jadi Komisaris Pertamina, ketimbang menjadi Kepala PCO di bawah tekanan yang terus menerus, kalau di Pertamina gaji besar, tidak ada tekanannya,” urai Refly.
Refly mengakui bahwa banyak kejutan yang dimunculkan oleh Prabowo dalam pemilihan orang – orang di sekitarnya.
Salah satunya yakni Erick Thohir. Pergeseran posisi Erick Thohir ini menurut Refly adalah cara Prabowo untuk menguasai BUMN secara utuh.
Baca Juga:Rocky Gerung Ungkap Isu 'Adili Jokowi' Tak Akan Mati Hingga Dan Jadi Kegelisahan Politik
“Erick Thohir digeser ke Menteri Pemuda dan Olahraga, bukan karena dia ‘Geng Solo’ menurut saya. Tetapi karena memang Prabowo ingin betul menguasai BUMN dengan Danantaranya,” terang Refly.
“Sehingga tidak ada yang namanya dual loyalitas, jadi adanya mono loyalitas,” tambahnya.
Melihat kebijakan yang sudah disiapkan oleh Prabowo, Refly berharap bahwa semua orang pilihannya benar – benar bisa diandalkan.
“Kita hanya bisa berharap pada Prabowo Subianto. Barangkali sudah saatnya kita tidak lagi mengidentifikasi orang berdasarkan apakah dia ‘Geng Solo’ atau tidak. Tetapi kita mengidentifikasi orang berdasarkan kinerjanya, berdasarkan integritasnya,” ujar Refly.
“Mudah – mudahan arah pemerintahan semakin baik. Mudah – mudahan para pencoleng semakin berkurang. Ternyata kita harus rela melihat bahwa negeri ini biasa – biasa saja, nanti setelah 5 tahun berkuasa baru para penjilat yang mengatakan dia berhasil,” sambungnya.
Prabowo Lantik Dua Wakil Menteri Baru