- Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengusulkan layanan taksi air sebagai solusi mengatasi kemacetan parah di kawasan Canggu.
- Jalur laut rute Bandara Ngurah Rai menuju Canggu direncanakan untuk mengurangi beban volume kendaraan di jalur darat saat ini.
- Pemerintah akan membangun titik pemberhentian dan pemecah ombak guna mendukung operasional transportasi laut tersebut bagi masyarakat serta wisatawan.
SuaraBali.id - Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyebut jalur laut melalui layanan taksi air menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan di kawasan Canggu, khususnya dari arah Bandara I Gusti Ngurah Rai.
“Tol laut (jalur taksi laut) itu harus, sudah dicanangkan untuk dilakukan, sehingga masyarakat yang akan ke Canggu dari Bandara Ngurah Rai akan langsung ke Canggu dan tidak lagi melalui jalan darat,” kata Giri usai Sidang Paripurna DPRD Bali di Denpasar, Senin (18/5).
Pernyataan tersebut disampaikan merespons maraknya konten media sosial yang menampilkan kemacetan parah di kawasan Canggu, terutama di jalur Shortcut Canggu.
Giri Prasta yang sebelumnya menjabat Bupati Badung mengakui persoalan kemacetan di kawasan tersebut belum dapat diselesaikan secara optimal.
Baca Juga:Status Kritis! Danau-Danau di Bali Terancam Mati Akibat Pencemaran
Menurut dia, Shortcut Canggu sudah tidak memungkinkan untuk diperlebar karena keterbatasan ruang dan keberadaan tempat ibadah umat Hindu di sekitar jalur tersebut.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan pemerintah pusat mencari alternatif solusi melalui pengembangan taksi laut dengan rute Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu.
“Dari saya menjabat itu kan hanya satu saya bisa menyelesaikan shortcut-nya, dan itu pun tidak bisa secara optimal karena badan jalan sudah seperti itu, dan tidak mungkin kita melebarkan karena ada tempat beribadah umat Hindu, merajan-merajan, dan tidak mungkin dipindahkan,” ujar Giri Prasta.
Untuk mendukung layanan taksi laut, pemerintah berencana membangun sejumlah titik stopover atau pemberhentian di beberapa lokasi. Selain itu, akan dilakukan pelebaran sempadan pantai hingga 120 meter dari permukaan laut.
Menurut Giri, titik singgah tersebut juga akan difungsikan sebagai pemecah ombak agar gelombang laut tidak langsung menghantam pesisir pantai yang dilalui jalur taksi laut.
Baca Juga:Koster Ingin Presiden Prabowo Buka PKB 2026, Sekaligus Bahas Bali Jadi Pusat Keuangan Dunia
Dengan adanya jalur laut tersebut, masyarakat nantinya memiliki alternatif perjalanan selain melalui Shortcut Canggu maupun rekayasa lalu lintas di jalur darat.
Meski tidak memprioritaskan pembangunan jalan di kawasan Canggu, Pemprov Bali tetap fokus menangani kemacetan di sejumlah titik lain di Pulau Dewata.
“Kami akan melakukan perbaikan untuk fasilitas jalan salah satunya komunikasi dengan pemerintah pusat untuk underpass, Astungkara di tahun ini di Jimbaran dan ke depan pun kita ada di Tohpati,” katanya.