Tidur Menggantung Dan Batu Longsor: Cerita Tim Evakuasi Juliana Marins di Rinjani

Selama menjalani evakuasi yang paling dikhawatirkan adalah bebatuan, malam hari dan hujan.

Eviera Paramita Sandi
Selasa, 01 Juli 2025 | 09:04 WIB
Tidur Menggantung Dan Batu Longsor: Cerita Tim Evakuasi Juliana Marins di Rinjani
Tim dari Basarnas Khafid (kiri), relawan unit SAR Lombok Timur, Samsul (Kanan). [Suara.com/Buniamin]

SuaraBali.id - Kisah Juliana Marins (27) pendaki asal Brasil yang meninggal karena terjatuh saat mendaki Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat menjadi perhatian dunia.

Evakuasi yang dilakukan oleh tim menguras tenaga dan waktu dan bahkan tim harus tidur dengan menggantung menemani jenazah Juliana Marins.

Salah satu tim evakuasi jenazah Jualiana Marins, Khafid menceritakan keluh kesah selama mengevakuasi.

Karena selama menjadi tim Basarnas, evakuasi paling dalam adalah jenazah Juliana.

Baca Juga:Misteri Evakuasi Rinjani: Benarkah Helikopter Basarnas Tak Mampu Menjangkau?

“Paling menantang dan paling panjang ya Juliana. Kalau di Jawa Semeru blank 75, kalau ini lebih dati setengah kilo, 600 meter,” katanya.

Selama menjalani evakuasi yang paling dikhawatirkan adalah bebatuan, malam hari dan hujan.

Karena jika terjadi hujan sangat rawan longsor dan batu-batu akan mengenani para tim.

“Bebatuan lepas. Kalau namanya bebatuan lepas sekecil yang kena gravitasi lumayan kan. Kalau tanah di sana itu 400 pertama itu berpasir. Kalau setelah itu kayak berdiri dan itu yang berat,” ungkapnya.

Dalam evakuasi, kekompakan tim menjadi hal yang paling penting. Selain itu, selama melakukan tugas tim harus tetap terhindar dari bahaya.

Baca Juga:Pendaki Asal Brasil Ditemukan, Tersangkut di Tebing Sekitar 500 Meter Tak Bergerak

“Keselamatan tim juga itu yang kita jaga,” ungkapnya.

Setelah berhasil mengevakuasi Juliana di kedalaman 600 meter, para tim akan mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kehutanan RI.

“Jam 10 kita akan berangkat ke Jakarta. Kita bersyukur bisa bawa korban naik ke atas,” ungkap tim yang lain Samsul.

Evakuasi jenazah Juliana diakui cukup menantang.

Karena sleeping bag yang digunakan tidak bisa menutup semua tubuhnya saat tergantung bersama jenazah. Hal ini disebabkan karena tersangkut tali yang mengikat tubuh tim.

Selain karena tersangkut oleh tali, sleeping bag yang digunakan juga sudah rusak bagian resleting. Sehingga hal ini menyebabkan sleeping bag yang pakai hanya bisa menutupi hingga ke pinggang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini