Misteri Evakuasi Rinjani: Benarkah Helikopter Basarnas Tak Mampu Menjangkau?

Tragedi tewasnya, Juliana Marins, di Gunung Rinjani menyisakan duka mendalam sekaligus pertanyaan besar.

Eviera Paramita Sandi
Rabu, 25 Juni 2025 | 15:06 WIB
Misteri Evakuasi Rinjani: Benarkah Helikopter Basarnas Tak Mampu Menjangkau?
Ilustrasi Helikopter Basarnas [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

SuaraBali.id - Kecelakaan yang berakibat fatal dengan tewasnya pendaki asal Brasil di Gunung Rinjani, Lombok Nusa Tenggara Barat, Juliana Marins menjadi perhatian banyak orang termasuk Presiden Prabowo Subianto.

Tragedi tewasnya, Juliana Marins, di Gunung Rinjani menyisakan duka mendalam sekaligus pertanyaan besar.

Hal ini pun jadi perbincangan di media sosial dengan komentar pro kontra.

Pertanyaan besarnya adalah "Kenapa tim SAR tidak menggunakan helikopter untuk mengevakuasi korban secara langsung dari dasar jurang?"

Baca Juga:Wacana Kuota Haji Dipangkas 50 Persen, Mimpi Calon Jemaah Terancam Pupus

Jawaban pertanyaan ini ternyata sangatlah kompleks.

Pengamat penerbangan terkemuka, Gerry Soejatman, memberikan penjelasan mendetail yang membantah asumsi bahwa evakuasi udara bisa dilakukan semudah itu.

Menurutnya, ada faktor ketinggian dan batas kemampuan helikopter yang menjadi penghalang mutlak.

Penjelasan itu ia unggah di laman X (dulu Twitter) pribadinya pada Selasa (24/6/2025).

Berikut penjelasannya:

Baca Juga:Kondisi Terkini Balita di Bima yang Terpaksa Amputasi Tangan Diduga Malpraktik

Tantangan Ketinggian Ekstrem

Dalam penjelasannya, Gerry Soejatman pertama-tama menyoroti kondisi medan yang luar biasa sulit. Lokasi insiden berada di ketinggian yang sangat menantang bagi operasi penerbangan helikopter.

"Kejadian lokasi ada di ketinggian 10,000 kaki, di mana korban jatuh di lereng ke ketinggian sekitar 9400ft," tulis Gerry.

Ketinggian ini, yang setara dengan lebih dari 2.800 meter di atas permukaan laut, menjadi variabel kritis pertama yang menentukan jenis operasi penyelamatan yang bisa dilakukan.

Di ketinggian seperti ini, udara menjadi lebih tipis, yang secara signifikan memengaruhi performa mesin dan daya angkat baling-baling helikopter.

Masalah Krusial: Hover di Udara Tipis

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini