Umat Muslim di Bali Dibolehkan Sholat Tarawih di Masjid Saat Hari Nyepi Tanpa Pengeras Suara

Nyepi di Bali (29-30/3/2025) bertepatan Ramadan. Umat Muslim diizinkan tarawih di masjid terdekat dengan berjalan kaki, tanpa pengeras suara.

Eviera Paramita Sandi
Rabu, 19 Februari 2025 | 18:59 WIB
Umat Muslim di Bali Dibolehkan Sholat Tarawih di Masjid Saat Hari Nyepi Tanpa Pengeras Suara
Ilustrasi hari raya Nyepi 2023 (Sebastian Pena Lambarri/Unsplash)

SuaraBali.id - Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan Seruan Bersama terkait perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1947 yang berbarengan dengan ibadah Bulan Ramadan 1447 H di Bali.

Perayaan Hari Suci Nyepi akan dilangsungkan selama 24 jam mulai Sabtu (29/3/2025) pukul 06.00 WITA hingga Minggu (30/3/2025) pukul 06.00 WITA. Selama jangka waktu itu, masyarakat di Provinsi Bali tidak diizinkan untuk bepergian ke luar rumah. Aktivitas seperti menyalakan pengeras suara, petasan, bunyi-bunyian, lampu penerangan juga tidak diizinkan.

Sehingga, dengan momen perayaan Nyepi yang berbarengan dengan ibadah Bulan Ramadan, umat Muslim tetap diizinkan untuk melakukan sholat tarawih di masjid sekitar tempat tinggal. Umat juga diminta untuk bepergian ke masjid dengan berjalan kaki.

Pelaksanaan Sholat Tarawih juga dianjurkan untuk dilaksanakan mulai pukul 20.00-21.30 WITA.

Baca Juga:Jelang Musda Golkar Bali, Nama Demer Mencuat Gantikan Sugawa Korry

“Umat Islam dapat menjalankan sholat tarawih di masjid terdekat dengan berjalan kaki atau di rumah masing-masing, tidak menggunakan pengeras suara serta membatasi penggunaan lampu penerangan,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra dalam keterangannya pada Rabu (19/2/2025).

Meski momen tersebut juga diperkirakan masih dalam periode mudik lebaran, jasa transportasi juga tidak diizinkan untuk beroperasi selama Hari Nyepi. Jasa transportasi tersebut meliputi jalur darat, laut, dan udara.

Selain itu, Indra juga menjelaskan agar penyedia jasa akomodasi dan hiburan serta tempat wisata dilarang untuk mempromosikan usahanya dengan branding Hari Nyepi.

“Usaha penyedia jasa akomodasi, penyedia jasa hiburan dan tempat wisata dilarang mempromosikan usahanya dengan branding Hari Suci Nyepi,” paparnya.

Indra meyakini dengan rasa toleransi dan kebersamaan antar umat beragama, pelaksanaan Hari Nyepi dan ibadah Bulan Ramadhan dapat berjalan dengan baik.

Baca Juga:Awalnya Bau Bensin, Tak Disangka VW Safari Ini Malah Terbakar di Kintamani

“Dengan rasa kebersamaan, saling menghormati, toleransi, saling memuliakan kesucian dan kekhidmatan pelaksanaan Hari Suci Agama, kita yakin pelaksanaan Hari Suci Nyepi dan Bulan Ramadan 1447 H di Bali akan berjalan dengan baik dan memperkuat persaudaran antar umat beragama,” pungkasnya.

Kontributor : Putu Yonata Udawananda

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini