Sementara, jika kemacetan terjadi lagi, personelnya yang berjaga akan menerapkan sistem buka tutup satu arah. Jalur satu arah berlaku bagi kendaraan roda empat yang datang dari arah Danau Poso. Jika sudah dirasa longgar kembali, maka jalan kembali dibuka dua arah.
“Apabila (Jalan Danau) Tamblingan saat mall itu terlalu padat dan (menyebabkan) tersendat di utara, (arus) ditutup di selatan. Dibuat satu arah kecuali sepeda motor,” ujarnya.
Sementara itu, para pelaku pariwisata yang turut terlibat dalam lalu lintas di sekitar lokasi juga mengaku lebih puas dengan dibatalkannya lalu lintas satu arah tersebut.
Agus Nawa, seorang sopir travel yang beberapa kali mengantar turis ke daerah tersebut mengaku turut terdampak kemacetan di Jalan Danau Tamblingan beberapa waktu lalu.
Baca Juga:Setelah 23 Tahun, Monumen Bajra Sandhi Akhirnya Dibersihkan Secara Khusus
Dia mengakui jika saat itu kemacetan mencapai Jalan Bypass Ngurah Rai. Namun, setelah kembali dibukanya dua arah di jalan tersebut, dia menyebut jika lalu lintas justru menjadi lancar.
“Kalau hari biasa gak terlalu ramai, apalagi kalau diberlakukan dua arah ini mendingan. Saya sebagai driver berharap diberlakukan seperti ini, dua jalur tetap,” ujar Agus saat ditemui di sekitar lokasi pada Kamis (20/6/2024).
Terlebih, pengalamannya saat pekan lalu juga tidak mengalami kemacetan meski saat itu adalah periode long weekend yang notabene menjadi kesempatan bagi wisatawan untuk berlibur.
"Padahal (minggu lalu) liburan panjang, sejak dua jalur ini gak terlalu macet,” imbuhnya.
Senada dengan Agus, Agung Oka yang merupakan warga Desa Adat Intaran juga merasakan hal yang sama. Hampir tidak ada kemacetan yang dia rasakan sejak lalu lintas dua arus dikembalikan.
Baca Juga:Jelang Piala Presiden 2024, Bali United Kebut Negosiasi dengan Pemain Baru
Normalnya, lalu lintas memang lebih padat saat akhir pekan, namun disebut tidak sampai menimbulkan kemacetan.