Selain pariwisata, Pantai Kuta juga memiliki budaya lokal yang unik. Kawasan pantai ini adalah rumah bagi komunitas nelayan dan pengrajin yang membuat kerajinan tangan dan souvenir tradisional. Pantai Kuta juga menjadi tempat diselenggarakannya upacara keagamaan Hindu dan festival budaya.
Perkembangan pariwisata di Pantai Kuta telah berdampak positif dan negatif terhadap kawasan tersebut. Positifnya, pariwisata telah membawa lapangan kerja dan pendapatan bagi masyarakat setempat.
Namun, pariwisata juga menimbulkan masalah seperti kemacetan lalu lintas, kepadatan penduduk, dan polusi lingkungan. Demikian pula dengan batas di pantai ini yang sudah banyak berubah karena adanya abrasi yang cukup kuat. Sehingga daratan di bibir pantai ini pun semakin lama semakin curam.
Baca Juga:Cerita di Balik Bule Brazil Ngamuk Lalu Hancurkan Kafe di Jimbaran