Video Detik-detik Air Bah Menerjang Karangasem Saat Upacara Ngaben di Bali

Air bah menerjang Karangasem, Bali pada saat warga sedang mengikuti ritual Ngaben

Muhammad Yunus
Minggu, 02 Juli 2023 | 12:42 WIB
Video Detik-detik Air Bah Menerjang Karangasem Saat Upacara Ngaben di Bali
Air bah menerjang Karangasem, Bali pada saat warga sedang mengikuti ritual Ngaben pada Sabtu, 1 Juli 2023 [SuaraBali.id/Istimewa]

SuaraBali.id - Air bah menerjang Karangasem, Bali pada saat warga sedang mengikuti ritual Ngaben pada Sabtu, 1 Juli 2023.

Peristiwa ini terjadi di Tukad sebelah Setre Antige, Karangasem, dan terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram ndorobei.official.

Meskipun terjadi air bah, beberapa warga terlihat tetap santai dan tenang menghadapinya.

Akun Yulian.Manan menulis, "Koq pada santuy aja ya.."

Baca Juga:Dulu Terkenal Kampung Hitam di Solo, Ini Cara Warga Karangasem Rayakan Idul Adha

Sejumlah warga terdengar berteriak memberi peringatan. Ada air bah datang.

Detik-detik air bah datang pun terekam kamera warga.

Peringatan BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan mengenai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada periode 1-5 Juli 2023.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengungkapkan bahwa wilayah yang berpotensi mengalami hujan tersebut meliputi Sumatera Utara, Riau, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Baca Juga:Aksi Pelatih Bali United di Menit Akhir Saat Lawan PSS Sleman Disorot: Itu Napain Teco?

Berdasarkan analisis cuaca dalam tiga hari terakhir, tercatat adanya hujan lebat di sebagian wilayah Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku.

Sementara itu, hujan ringan hingga sedang terjadi di beberapa wilayah seperti Sumatera Utara, Riau, Jawa Barat/Tengah/Timur, Bali, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan/Barat/Tenggara, dan Papua.

Andri Ramdhani menjelaskan bahwa peningkatan potensi hujan ini disebabkan oleh faktor dinamika atmosfer, seperti adanya pola belokan dan perlambatan angin di wilayah Indonesia bagian utara. Hal ini berkontribusi pada pertumbuhan awan hujan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini