Mulanya, Nia disebut bekerja di Rusia sejak tahun 2018 lalu. Di sana dia bertemu dengan pria asal Turki, Yasin Calisir yang kemudian menjadi suaminya.
Nia menikah dengan Yasin pada tahun 2021 lalu. Namun, sejak itu Nia belum sempat pulang ke Bali karena regulasi protokol Covid-19 yang ketat di Turki.
Setelah menikah, Nia memang disebut sudah tidak bekerja dan pindah ke Turki.
“Kalau tidak salah antara 2021 itu (menikah). Setelah nikah pindah ke Turki. Setelah nikah gak kerja lagi, tapi saya tidak tahu kebijakan perusahaannya,” tutur Sukarmin.
Baca Juga:Detik-detik Gempa Turki Melanda, Warga Bali Menangis Ketakutan Ucap Swastyastu
Kabar meninggalnya anaknya pertama kali dikabarkan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Turki kepada istrinya.
Saat itu, istri Sukarmin yang sedang berada di Jombang, Jawa Timur itu kemudian mengabarkan Sukarmin.
Sukarmin mengaku merasakan perasaan yang tidak enak dalam beberapa waktu terakhir.
Dirinya sulit untuk tidur di malam hari, bahkan hingga mandi di tengah malam agar merasa lebih nyaman.
“Memang saya merasakan, akhir-akhir itu susah tidur. Ada apa kok saya tidak bisa tidur. Sampai sengaja saya merasa belum mandi tengah malam, mandi lah saya tengah malam, lebih sejuk,” tuturnya.
Meski berat, Sukarmin mencoba untuk ikhlas menghadapi kematian anak, cucu, dan menantunya. Kini, Nia bersama dengan suami dan anaknya akan dimakamkan di Kahramanmaras, Turki.