Tak Ada Kewajiban Vaksin Covid-19 di Tiongkok, Bali Berhati-hati Sambut Wisman

Salah satu alasannya adalah adanya kewaspadaan virus Covid-19.

Eviera Paramita Sandi
Rabu, 25 Januari 2023 | 18:38 WIB
Tak Ada Kewajiban Vaksin Covid-19 di Tiongkok, Bali Berhati-hati Sambut Wisman
ILUSTRASI - Warga mendapatkan vaksinasi booster Covid-19 kedua di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (24/1/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

SuaraBali.id - Penerbangan langsung dari berbagai negara termasuk China kini telah dibuka, untuk itu Bali pun lebih berhati-hati menyambut wisatawan.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya.

Ia menyebut pihaknya tidak membeda-bedakan namun tetap lebih berhati-hati dengan melakukan mitigation plan.

Salah satu alasannya adalah adanya kewaspadaan virus Covid-19.

Baca Juga:Melukat di Pura Telaga Waja Harus Telanjang Bulat Demi Menjaga Kesucian

"Pemprov Bali sepakat tidak membeda-bedakan dari manapun mereka datang, yang kita perhatikan adalah kondisi kesehatannya, karena tidak semua negara mengharuskan vaksin. Tiongkok termasuk tidak mewajibkan, walaupun begitu adanya, saya lebih tekankan soal sehatnya mereka karena vaksin di Bali pun sudah booster kedua," ujarnya Rabu (25/1/2023).

"Mitigation plan (rencana mitigasi) dilakukan seandainya mereka (wisman China) ada gejala (COVID-19), kita ada klinik yang disiapkan dan juga kerja sama dengan rumah sakit," katanya lagi.

Menurutnya, upaya mitigation plan sebenarnya telah diterapkan selama pandemi COVID-19 sebagai standardisasi CHSE di hotel-hotel, namun meski perlakuannya merata tak dapat dipungkiri bahwa perlu adanya perhatian ekstra.

"Di satu sisi tentu kita ekstra hati-hati karena di China kita tahu kasusnya (COVID-19) cukup tinggi, namun tentu mereka yang traveling kita harapkan adalah orang-orang yang sehat, dan di samping itu kontrol dan pengawasan ketat di bandara melalui scanner," ujarnya.

Rai menyebut wisatawan mancanegara dari China merupakan pendongkrak kunjungan ke Bali nomor dua tertinggi setelah Australia, maka dari itu PHRI Bali mengapresiasi kedatangannya.

Baca Juga:Asal Muasal Pantai Jerman, Dulunya Ada Perumahan Warga yang Lenyap

Umumnya, mereka akan berlibur untuk melakukan wisata selam di pantai, spa, dan berbelanja, dengan daerah tujuan Kuta, Legian, dan Nusa Dua.

Saat ini okupansi hotel di Bali kembali ke normal sekitar 60 persen, dengan rata-rata 13 ribu per hari untuk wisatawan mancanegara maupun domestik.

Maka dari itu, Rai memperkirakan apabila kunjungan wisman China kembali normal seperti sebelum pandemi maka dapat mendongkrak 5-10 persen okupansi hotel.

Untuk mendukung upaya antisipasi penyebaran COVID-19, selain mitigation plan, Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati juga menyebut vaksinasi penguat kedua bagi masyarakat jadi solusi dalam menjaga imunitas. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini