SuaraBali.id - Ajang World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika hari ini, Jumat (11/11/2022) diperkirakan akan diwarnai hujan lebat. Pasalnya BMKG memprediksi adanya cuaca hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Seperti diketahui, WSBK Mandalika akan menggelar sesi latihan bebas pertama dan kedua pada Jumat (11/11/2022). Setelah itu kualifikasi dan Race 1 akan digelar pada Sabtu (12/11), disusul Superpole Race dan Race 2 pada Minggu (13/11/2022).
Namun demikian BMKG melaporkan adanya potensi hujan lebat di wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat, Aceh, Bengkulu, Jambi, Lampung, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali.
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara,
BMKG memantau ada sirkulasi siklonik terpantau di Laut Natuna dan di Samudra Pasifik utara Halmahera yang membentuk daerah pertemuan atau perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang dari Laut Natuna hingga perairan timur Riau, dari Jambi hingga Selat Karimata bagian utara, dan di Samudra Pasifik timur Filipina.
Daerah konvergensi juga terpantau memanjang di Samudra Hindia barat Sumatera Utara - Lampung, dari Selat Malaka hingga Sumatera Barat, dari Laut Jawa bagian barat hingga Kalimantan Barat, di perairan selatan dan utara Jawa Timur, dari Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara, dan di perairan utara Papua.
Kondisi ini dinilai mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.
Sedangkan wilayah DKI Jakarta, BMKG memprakirakan sebagian wilayah DKI Jakarta hujan pada Jumat pagi, yakni Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur mengalami hujan ringan. Sedangkan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diprakirakan berawan.
Potensi Hujan Lebat Meningkat di NTB
Potensi hujan di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat pada dasarian II November 2022 saat ini kembali meningkat dengan probabilitas 50-90 persen.
"Curah hujan dengan intensitas >50 mm/dasarian diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah NTB," kata prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat, Angga Permana dalam keterangan tertulisnya di Mataram, Jumat.
Dengan adanya peningkatan hujan tersebut, masyarakat perlu mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, angin kencang, tanah longsor dan banjir yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan bersifat lokal dengan peluang kejadian lebih tinggi dibandingkan biasanya.
"Masyarakat juga dihimbau untuk perlu mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari," katanya.
BMKG juga menyatakan, update kondisi dinamika atmosfer terakhir menunjukkan Indeks ENSO berada pada kondisi La Nina lemah (indeks ENSO : -0.93). BMKG memprakirakan kondisi La Nina akan terus berlangsung hingga periode November 2022 sampai dengan Januari 2023 dan kemudian berangsur melemah menuju kondisi netral.
"Indeks IOD pada dasarian terakhir menunjukkan kondisi IOD Negatif (-1.07), diprakirakan kondisi IOD Negatif berpotensi hingga November 2022," katanya.