Seperti pengalaman Gede Dampol, ia menghabiskan cukup lama waktu di perjalanan dan ketika sampai di tribun, pembalap MotoGP sudah selesai melakukan latihan.
“Jauh sekali naik bus. Setelah di drop di sana (gate 2). Jalannya lagi jauh sekali. Kalo bisa lebih efisien waktu, karena kan balapan, durasinya gak begitu panjang. apalagi dengan antrean pengunjung yang begitu banyak. kan memakan waktu itu,” jelasnya saat akan meninggalkan tribun kelas festival.
Meski begitu, baik Wisnu maupun Dampol sama-sama memberikan permakluman dengan alasan Event skala Internasional ini baru pertama kali dilaksanakan. Kekurangan-kekurangan tersebut dianggap masih bisa diperbaiki pada tahun berikut.
“Semua butuh proses ya. Kedepannya ya semoga lebih baik lah dalam pengaturan parkir. Dan semuanya lah agar lebih top lah kedepannya,” ungkapnya.
Baca Juga:Tak Menginap di Mandalika, Sandiaga Uno Pilih Bermalam di Gili Trawangan
Di tempat berbeda, Dirut MGPA Priandhi Satria, mengakui akan adanya masukan, bukan hanya dari pembalap, dari penonton juga dijadikan pertimbangan untuk kedepannya.
“Semua orang ya, ini kita tentunya akan kita sikapi. kami akan laporkan kepada komandan lapangan, kepada pemegang saham, kepada kementrian apa yang akan dan dapat dilakukan di Pertamina Mandalika International Street Sirkuit untuk membuat ajang sirkuit ini semakin baik,” jelasnya saat ditemui di area media center Indonesia.
Masukan-masukan tersebut dianggap baik untuk mendukung tujuan Menteri BUMN, Erick Tohir, sebagai bentuk County Branding yang akan memperkenalkan Indonesia kepada dunia.
Kontributor : Abdul Goni Ilman Kusuma