Monyet Putih Terluka di Pura Selonding Pecatu Viral, Kini Lukanya Sudah Diobati

Video seekor monyet putih saat diobati viral di media sosial. Monyet putih yang diketahui penghuni sekitar kawasan Pura Selonding, Pecatu, Badung, Bali

Eviera Paramita Sandi
Kamis, 10 Februari 2022 | 08:09 WIB
Monyet Putih Terluka di Pura Selonding Pecatu Viral, Kini Lukanya Sudah Diobati
Seekor monyet putih di Pura Selonding, Pecatu, Badung, Bali viral. [Foto : Istimewa]

SuaraBali.id - Video seekor monyet putih saat diobati viral di media sosial. Monyet putih yang diketahui penghuni sekitar kawasan Pura Selonding, Pecatu, Badung, Bali tersebut dikabarkan terluka namun saat ini kondisinya membaik setelah ditangani dokter hewan.

Keadaan monyet yang terluka ini awalnya diketahui oleh Dekan Fakultas Kedokteran hewan Universitas Udayana Prof. Dr. drh. I Nyoman Suartha yang sedang melakukan kegiatan sosial memberi makan kawanan kera di Pura Gunung Payung Kutuh dan Pura Selonding Pecatu.

Saat itu ia menemukan moyet tersebut terluka.

Dokter yang langsung menangani monyet putih itu menyampaikan kondisinya saat ini telah berangsur-angsur membaik. Nafsu makan sudah baik serta luka menganga di sebagian tubuhnya tersebut telah mongering.

Monyet tersebut, kata dia, saat ini masih dalam kandang di wantilan Pura Selonding. Selain agar tetap mendapat pengawasan, hal itu juga agar monyet tersebut juga dapat mengawasi kelompoknya.

"Makan telah bagus luka sudah kering dan sudah tidak terbuka lagi. Saat ini telah masuk hari ketiga diperkirakan 7 hari kedepan sudah dapat dilepas kembali ke habitanya," ujarnya, Rabu (9/2/2022) di Denpasar.

Kondisi terkini monyet itu masih dalam pemantauan tim agar setelah mencapai kondisi yang sehat baru monyet tersebut akan dilepas ke habitatnya kembali.

"Karena namanya monyet terkadang bisa saja bekas lukanya tersebut ditarik, terutama bekas jaritan di tubuhnya sehingga membuat jaritanya kembali lepas. Makanya, pengawasan tersebut tetap dilakukan," jelas dokter yang juga tergabung dalam Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Bali ini.

Dirinya memperkirakan jika melihat perkembangan lukanya, biasanya 10 hari ke depan akan pulih.

"Ya, 7 hari kedepan diperkirakan sudah dapat dilepas ke habitanya," katanya.

Ia menjelaskan jika dilihat dari penyebab lukanya kemungkinan karena luka digigit bukan karena cakaran. Karena dilihat dari robeknya sampai ke daging dengan posisi luka robek mulai dari kaki depan kanan juga kaki blakang kanan.

"Digigit pastinya, karena dlihat dari kondisi robeknya dengan posisi ada di bagian kanan kaki depan, luka robek di kaki belakang kanan, betis, bahu, sela jari tangan dan kakinya," paparnya.

Menurut Dokter hewan yang melakukan proses operasi tersebut, kemungkinan monyet tersebut terlibat perkelahian memperebutkan kekuasaan wilayah. Monyet putih itu diperkirakan memenangkan perkelahian.

Hal tersebut dapat dilihat dari posisi monyet putih sampai saat ini masih berada dalam lingkungan wilayah monyet lainnya. Karena jika kalah, menurutnya dalam suatu perkelahian antara penguasa wilayah biasanya monyet yang kalan tersebut akan keluar atau menyendiri dari lingkungan atau kelompoknya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini