SuaraBali.id - Hari pertama tahun 2022, obyek wisata Pantai Kuta, Badung, Bali dipadati wisatawan domestik, Sabtu (1/1/2022). Pantauan Suara.com, para wisatawan nampak bermain pasir, mandi di pinggiran pantai, dan duduk-duduk di sepanjang pantai.
Menjelang sore jumlahnya terus bertambah. Mereka ingin menyaksikan pemandangan terbenamnya matahari di ikon parawisata Bali ini.
Devita, wisatawan asal Jakarta sengaja datang ke Pantai Kuta untuk mengajak anak-anaknya. Mereka ingin mandi di pantai dan menyaksikan matahari tenggelam.
"Sudah sebelum Natal datang ke Bali. Baru hari ini sempat ke Kuta," katanya, Sabtu.
Baca Juga:Karyawan Hotel di Seminyak Gelar Aksi, Ini Tanggapan PHRI Badung
Ia berencana kembali ke Jakarta pada Minggu (2/1/2021) karena harus bekerja. Ia berharap pandemi di Indonesia segera hilang karena saat liburan jadi serba terbatas.
Ramainya kunjungan wisatawan ini menjadi berkah bagi para pedagang oleh-oleh dan kerajinan di Pasar Seni Kuta. Meski jumlah penjualan tak naik signifikan, mereka tetap bersukur ada saja yang masuk membeli.
Rahman, penjual kerajinan di Pasar Kuta mengatakan sehari bisa menjual 3 hingga 5 item. Meski tak banyak, jumlah ini lebih mending daripada sebelum libur Nataru.
Sementara jika dibandingkan sebelum pandemi, jumlahnya jauh menurun. Sebab kebanyakan pembelinya adalah warga negara asing (WNA).
"Biasanya kan pembelian jumlah banyak pelanggan WNA itu. Selama pandemi ini kosong," kata dia.
Baca Juga:Bali Diserbu Wisdom Saat Malam Tahun Baru, Persewaan Mobil Laris Manis
Ia menjual berbagai macam kerajinan tangan seperti hiasan lampu dan dream catcher. Harganya paling murah Rp50 ribu dan paling mahal Rp450 ribu.
"Semoga wisatawan asing kembali masuk Bali," kata pria yang jualan sejak 1997 ini.
Penjual lainnya, Rudi mengaku jualannya meningkat signifikan sejak Libur Nataru. Tokonya menjual kerajinan tangan seperti gelang dan kalung.
Sehingga banyak wisatawan domestik yang masih mampir untuk membeli. Selain itu, ia juga menjual topi dan baju barung yang mana disukai wisatawan domestik.
"Meningkat kalau Libur Nataru dari hari-hari sebelumnya. Semoga terus ramai Bali," harapnya.
Kontributor : Imam Rosidin