Menjelang Matahari Terbenam, Pantai Kuta Bali Dipadati Wisatawan

Menjelang sore jumlahnya terus bertambah. Mereka ingin menyaksikan pemandangan terbenamnya matahari di ikon pariwisata Bali ini.

Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 01 Januari 2022 | 16:24 WIB
Menjelang Matahari Terbenam, Pantai Kuta Bali Dipadati Wisatawan
Wisatawan domestik padati pantai Kuta, Badung, Bali, Sabtu (1/1/2022). [Foto ; Suara.com/Imam Rosidin)

SuaraBali.id - Hari pertama tahun 2022, obyek wisata Pantai Kuta, Badung, Bali dipadati wisatawan domestik, Sabtu (1/1/2022). Pantauan Suara.com, para wisatawan nampak bermain pasir, mandi di pinggiran pantai, dan duduk-duduk di sepanjang pantai.

Menjelang sore jumlahnya terus bertambah. Mereka ingin menyaksikan pemandangan terbenamnya matahari di ikon parawisata Bali ini.

Devita, wisatawan asal Jakarta sengaja datang ke Pantai Kuta untuk mengajak anak-anaknya. Mereka ingin mandi di pantai dan menyaksikan matahari tenggelam.

"Sudah sebelum Natal datang ke Bali. Baru hari ini sempat ke Kuta," katanya, Sabtu.

Baca Juga:Karyawan Hotel di Seminyak Gelar Aksi, Ini Tanggapan PHRI Badung

Ia berencana kembali ke Jakarta pada Minggu (2/1/2021) karena harus bekerja. Ia berharap pandemi di Indonesia segera hilang karena saat liburan jadi serba terbatas.

Ramainya kunjungan wisatawan ini menjadi berkah bagi para pedagang oleh-oleh dan kerajinan di Pasar Seni Kuta. Meski jumlah penjualan tak naik signifikan, mereka tetap bersukur ada saja yang masuk membeli.

Rahman, penjual kerajinan di Pasar Kuta mengatakan sehari bisa menjual 3 hingga 5 item. Meski tak banyak, jumlah ini lebih mending daripada sebelum libur Nataru.

Sementara jika dibandingkan sebelum pandemi, jumlahnya jauh menurun. Sebab kebanyakan pembelinya adalah warga negara asing (WNA).

"Biasanya kan pembelian jumlah banyak pelanggan WNA itu. Selama pandemi ini kosong," kata dia.

Baca Juga:Bali Diserbu Wisdom Saat Malam Tahun Baru, Persewaan Mobil Laris Manis

Ia menjual berbagai macam kerajinan tangan seperti hiasan lampu dan dream catcher. Harganya paling murah Rp50 ribu dan paling mahal Rp450 ribu.

"Semoga wisatawan asing kembali masuk Bali," kata pria yang jualan sejak 1997 ini.

Penjual lainnya, Rudi mengaku jualannya meningkat signifikan sejak Libur Nataru. Tokonya menjual kerajinan tangan seperti gelang dan kalung.

Sehingga banyak wisatawan domestik yang masih mampir untuk membeli. Selain itu, ia juga menjual topi dan baju barung yang mana disukai wisatawan domestik.

"Meningkat kalau Libur Nataru dari hari-hari sebelumnya. Semoga terus ramai Bali," harapnya.

Kontributor : Imam Rosidin

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini