Kondisi Para Pendaki Gunung Rinjani yang Ditinggal Guide di Sembalun Memprihatinkan

Satu pendaki yang pingsan setelah ditinggal pemandu ketika turun dari Gunung Rinjani.

Eviera Paramita Sandi
Sabtu, 01 Januari 2022 | 11:54 WIB
Kondisi Para Pendaki Gunung Rinjani yang Ditinggal Guide di Sembalun Memprihatinkan
Peserta open trip Gunung Rinjani yang ditelantarkan di Sembalun, Lombok Timur, NTB oleh guide berinisial ER dikonfirmasi sebanyak 75 orang. Kondisi ke-75 orang tersebut kini cukup memprihatinkan, Sabtu (1/1/2022)

SuaraBali.id - Setelah dilakukan pendataan, peserta open trip Gunung Rinjani yang ditelantarkan di Sembalun, Lombok Timur oleh guide atau pemandu berinisial ER dikonfirmasi sebanyak 75 orang. Kondisi ke-75 orang tersebut kini cukup memprihatinkan.

Kepala Resort Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Wilayah Sembalun Taufikurrahman membenarkan adanya satu pendaki yang  pingsan setelah ditinggal pemandu ketika turun dari Gunung Rinjani.

"Ya benar ada yang pingsan juga, pihak kami sudah bawa ke Puskesmas tadi pagi setelah dievakuasi," kata Taufik saat dikonfirmasi Suara.com pada Sabtu, (01/01/2022).

Pendaki berjenis kelamin perempuan ini lemas. Pasalnya, berdasarkan informasi yang dihimpun, peserta pendakian mengalami kelaparan dan dehidrasi akibat pelayanan yang tidak maksimal dari penyedia jasa yang kini masih menghilang dan dilakukan pencarian.

Baca Juga:Air PDAM Kotor Dan Berbau, Warga di Lombok Timur Terpaksa Beli Air per Tangki Rp 500 Ribu

Warga saksikan topi awan yang melingkari Gunung Rinjani, di Lombok, NTB (FOTO ANTARA Rosidin)
Warga saksikan topi awan yang melingkari Gunung Rinjani, di Lombok, NTB (FOTO ANTARA Rosidin)

"Kita akan berkoordinasi terlebih dahulu, kita akan evaluasi mekanismenya nanti, supaya hal serupa tidak terulang lagi.

Diketahui, kartu identitas para korban yang sebelumnya dibawa kabur pelaku kini telah dikembalikan. Namun, pelaku atau guide berinisial ER kini masih dilakukan pencarian.

Catatan BTNGR

Pihak BTNGR dengan komunitas pendaki di Lombok telah melakukan koordinasi dengan Bandara Internasional Lombok (BIL) dan juga Pelabuhan agar memperketat pos penjagaan. Pelaku ER kini diyakini masih berada di Lombok.

Sementara itu, terpisah, Riyal, salah seorang pegiat komunitas pendaki asal Sembalun memberikan catatan terjadap BTNGR terhadap kasus ini.

Baca Juga:Bandara Lombok Bakal Naikkan Tarif Parkir Kendaraan Per Januari 2022

"Semoga pengelola BTNGR melakukan evaluasi terkait mereka yang biasa mengorganize Open trip ke Rinjani, jangan sampai hal serupa terulang kembali karena hanya akan membahayakan pendaki dan mencoreng nama baik Rinjani. Daripada membuat repot dan memunculkan masalah, Lebih baik untuk open trip diterapkan pembatasan jumlah peserta pendaki dan jumlah minimal porter yang mendampingi ditentukan sehingga wisatawan aman," kata Riyal melalui keterangan tertulis.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak